Inovasi Sabun Ramah Lingkungan, Mahasiswa UI Juarai Kompetisi Se-Asia Tenggara

Kompas.com - 12/05/2022, 16:09 WIB

KOMPAS.com - Ragam inovasi dan prestasi terus dihadirkan mahasiswa Indonesia di tengah sejumlah keterbatasan akibat pandemi Covid-19.

Kali ini, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) berhasil menciptakan inovasi yang membawa mereka menjadi juara di kompetisi se-Asia Tenggara.

Sabun cair ramah lingkungan mengatarkan Cyntia Tan (Teknik Industri, 2019), Angelique Lim (Teknik Kimia, 2019), dan Crescencia Melissa (Teknik Kimia, 2019) meraih juara kedua dalam kompetisi Kasus Bisnis Indonesia Chemical Engineering Challange (IChEC) 2022.

Ketiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam Tim Meliora itu mengembangkan inovasi sabun cair ramah lingkungan dengan bahan dasar dari minyak kelapa.

Baca juga: Mahasiswa Butuh Modal Usaha? Ini Syarat Dapat Dana hingga Rp 20 Juta

Berdasarkan penelitian, penjualan produk perlengkapan mandi selama pandemi meningkat dengan pesat. Namun, siklus hidup linier produk memiliki efek merugikan terhadap lingkungan.

Sabun mandi cair menghasilkan pendapatan tertinggi pada industri perawatan tubuh. Namun, kebanyakan sabun mandi cair di pasaran diformulasikan dengan bahan yang mudah mengiritasi kulit dan merusak lingkungan.

Tim Meliora ikut ambil bagian pada kategori Kasus Bisnis, dengan mengusulkan produk yang dapat membantu perusahaan yang mereka pilih, untuk mengembangkan produk dan memasuki pangsa pasar untuk produk tertentu.

“Tim kami memilih salah satu brand di bawah PT Paragon, yakni Wardah. Wardah dikenal sebagai brand kecantikan yang diminati oleh masyarakat Indonesia. Produk yang kami pilih untuk dipasarkan dibawah Wardah adalah produk sabun mandi cair. Kami mengusulkan produk Coco Go! Produk ini merupakan sabun cair ramah lingkungan berbahan dasar minyak kelapa,” kata Crescencia, ketua tim Meliora, seperti dirangkum dari laman UI.

Baca juga: Ingin Rasakan Kuliah di Kampus Lain? Segera Daftar PMM Kemendikbud

“Formula sabun mandi yang diproduksi oleh industri kecantikan pada umumnya menimbulkan dampak bagi lingkungan dan kesehatan. Sebut saja, kandungan Sodium Laureth Sulfate sebagai Surfactant yang dapat mengiritasi kulit sensitif dan menurunkan 40 persen kandungan oksigen apabila limbah produk itu masuk ke dalam air. Oleh karena itu, kami membawa sebuah solusi untuk mengatasi masalah yang timbul dalam pembuatan sabun mandi tersebut. Kami mengganti penggunaan Surfactant tersebut dengan minyak kelapa. Penggantian bahan baku ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan dari pembuatan sabun mandi,” ungkap Cyntia menjelaskan terkait keunggulan produk Coco Go!.

Surfactants berbahan dasar minyak kelapa lebih ekonomis dibandingkan dengan produk yang biasa digunakan. Penggunaan minyak kelapa dapat mengurangi 87 persen ongkos produksi.
Selain itu, pengembangan sabun mandi cair yang berkelanjutan ini adalah kunci dari ekonomi sirkular PT Paragon.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.