Kompas.com - 12/05/2022, 18:20 WIB

KOMPAS.com - Kesempatan mahasiswa untuk merasakan kuliah di luar program studi (prodi) dan di kampus berbeda kini terbuka lebar.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) telah menyelenggarakan Sosialisasi Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan 2 (PMM 2) secara daring, Rabu (11/5/2022).

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Diktiristek, Kiki Yuliati menuturkan bahwa Kemendikbudristek didukung Kementerian Keuangan dan LPDP memikirkan masa depan mahasiswa Indonesia.

Baca juga: Mahasiswa Berwirausaha? Dapatkan Bantuan Dana Kemendikbud di P2MW

"Kami ingin memberi kesempatan bagi para mahasiswa untuk mengikuti program ini. Kalau program ini hadir ketika kami muda, pasti kami akan mendaftar ikut program ini,” ucap Kiki seperti dilansir dari laman Kemendikbud Ristek.

Pengalaman mahasiswa ikut PMM 2021

Yokanang Chandra Arfiansyah, salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam asal Universitas Negeri Sebelas Maret, Jawa Tengah, telah menjalani PMM Tahun 2021 di Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah.

Ia mengaku gembira atas pengalaman PMM 2021 yang telah dilaluinya.

“Saya bertemu rekan-rekan mahasiswa dari seluruh penjuru Nusantara yang sangat menyambut baik. Di Universitas Tadulako, kami jadi sahabat di dalam dan luar kelas. Kebersamaan dengan teman-teman satu asrama juga sangat terasa. Saya belajar beragam budaya, misalnya tarian mokambu. Sulawesi Tengah juga punya alam yang kaya, seperti Laut Donggala, dan peninggalan sejarah seperti situs megalitikum tertua di Indonesia yaitu Lore Lindu,” tutur Yoka.

Yoka mengakui, dirinya jadi berani keluar dari zona nyaman untuk mengeksplorasi masa muda setelah menjalani PMM.

Baca juga: Program IISMA Wujudkan Mimpi Mahasiswa Kuliah di Luar Negeri Gratis

“Saya jadi mengeksplorasi diri dalam masa muda ini, belajar jadi pemimpin, belajar lebih terbuka, dan mengasah toleransi dalam bingkai persatuan Indonesia. Karena Indonesia sangat beragam, kami memahami dan saling menghargai kebudayaan yang berbeda,” ucap Yoka.

Ia menambahkan, saat sedang menjalani PMM, penting untuk menjalin relasi antarmahasiswa dan masyarakat secara luas.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.