Kompas.com - 20/05/2022, 17:26 WIB

KOMPAS.com - Psikolog Indri Savitri menjelaskan bahwa aspek sosial-emosional merupakan salah satu aspek yang penting dipahami orangtua untuk mengasah kemandirian, adaptasi, dan penemuan jati diri anak dan remaja, termasuk bagi anak dan remaja berkebutuhan khusus.

Karena itu, Indri yang juga merupakan Wakil Kepala Kurikulum Sekolah Cikal menjelaskan bahwa memahami aspek perkembangan sosial emosional terhadap fungsi adaptif anak dan remaja berkebutuhan khusus menjadi salah satu langkah tepat memetakan pengembangan diri anak berkebutuhan khusus.

Indri menjelaskan bahwa perkembangan sosial emosional merupakan sebuah keselarasan antara pengetahuan, keterampilan, pikiran, dan sikap yang ada dalam diri anak-anak.

Termasuk bagi anak berkebutuhan khusus untuk membangun rasa empati dan mengasah kepedulian dalam dirinya.

Baca juga: Tanpa Hukuman, Ini Cara Sukses BPK Penabur Latih Kedisiplinan Siswa

“Perkembangan sosial-emosional itu sebenarnya merupakan sebuah keselarasan dari pengetahuan, keterampilan, pikiran, dan sikap untuk mendapatkan identitas diri yang sehat, mengelola emosi, dan meraih tujuan diri serta kelompok, bisa membangun empati dan dukungan yang akhirnya bisa membantu individu mengambil keputusan yang sehat, bertanggung jawab, dan menunjukkan kepedulian,” jelas Indri dalam sesi Parents Support Group.

Apabila orang tua telah dapat memahami makna sebenarnya, maka orang tua juga perlu mengerti bahwa apabila perkembangan sosial-emosional anak-anak, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus telah bertumbuh dengan baik, maka perkembangan diri anak akan semakin optimal.

“Dari perkembangan sosial-emosional ini, maka beberapa aspek dalam diri anak juga berkembang, antara lain, terbentuknya identitas diri yang sehat, kemampuan untuk mengelola emosi, terbangunnya kepekaan terhadap orang lain, dapat membangun relasi sosial yang suportif, hingga anak dapat mengambil keputusan yang bertanggung jawab,” tambahnya.

Baca juga: 7 Tanda Anak Cerdas dan Berpotensi Punya IQ Tinggi

4 dampak pandemi terhadap perkembangan sosial-emosional ABK

Dalam kondisi pandemi yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun, Indri menuturkan bahwa terdapat beberapa dampak yang sebenarnya memengaruhi aspek sosial-emosional anak, antara lain sebagai berikut:

1. Regulasi emosi

Regulasi emosi merupakan kemampuan memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi. Dalam kondisi pandemi, Indri mengatakan bahwa anak-anak mengalami fase transisi dan menjadi lebih mudah sekali emosi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.