Kisah Dhani, Penyandang Disabilitas Tempuh S2 di Jerman dengan Beasiswa LPDP

Kompas.com - 23/06/2022, 06:56 WIB
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Keterbatasan fisik tak menyurutkan semangat Mochamad Nur Ramadhani untuk mengenyam pendidikan setinggi langit.

Pria asal Bandung ini terpaksa diamputasi kaki bagian kanan karena mengidap kanker tulang di usia 14 tahun.

Namun demikian, kondisi ini tak membuat Dhani berkecil hati. Dia tetap menunjukkan prestasi akademiknya dan selalu peringkat pertama di sekolahnya dan berhasil diterima di salah perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di Indonesia.

Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, Dhani kala itu sempat mendaftar untuk jurusan Kedokteran Umum. Namun Dhani belum berhasil dan mencoba mengikuti ujian tulis di jurusan Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (Unpad).

Baca juga: Jam Berapa SBMPTN 2022 Diumumkan? Catat Jadwal, Link Utama, dan Mirror

Lanjutkan pendidikan S2 di Jerman berkat beasiswa LPDP

Tak hanya ingin meraih gelar Dokter Gigi, Dhani juga memanfaatkan kesempatan menambah pengalaman berkuliah di luar negeri dengan mengikuti beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui jalur Afirmasi Penyandang Disabilitas.

Dhani berhasil diterima di Institute of Tropical Medicine and International Health Charité – Universitätsmedizin Berlin.

"Saya menderita kanker tulang saat usia 14 tahun. Saat itu keluarga juga berat untuk memutuskan melakukan amputasi. Tapi akhirnya keputusan itu diambil untuk menyelamatkan nyawa saya dari kanker tulang," beber drg Dhani seperti dikutip dari kanal YouTube Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Rabu (22/6/2022).

Alasan Dhani memilih Jerman untuk melanjutkan pendidikan S2 juga tak terlepas karena masa kecilnya pernah dihabiskan di negara tersebut.

Baca juga: PPM Manajemen Buka Lowongan Kerja bagi Lulusan S1/S2, Segera Daftar

Saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 1 sampai kelas 7 dia berada di Jerman karena tugas pekerjaan orangtuanya.

Kaki kanan diamputasi karena kanker tulang

Setelah pulang ke Indonesia, satu tahun kemudian, Dhani diagnosa menderita kanker tulang. Menurut Dhani, mungkin ada beberapa faktor di terkena kanker tulang di usia 14 tahun atau sekitar tahun 2008. Bisa saja karena aktivitas fisik, efek iklim yang berbeda di Jerman dan Indonesia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.