Kompas.com - 26/06/2022, 19:07 WIB

KOMPAS.com - Bullying atau penindasan di tempat kerja, bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.

Apalagi, bagi kamu yang saat ini merupakan fresh graduate harus tahu betul cara mengantisipasi perilaku bullying di tempat kerja.

Secara umum, workplace bullying adalah serangkaian perilaku yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk mengintimidasi, menjatuhkan atau menyakiti orang lain di tempat kerja.

Contohnya kekerasan fisik, verbal, pengucilan atau pemboikotan, sabotase pekerjaan, dan lainnya. Workplace bullying bisa dilakukan secara langsung, maupun secara online seperti di media sosial atau mengirim pesan teks di Whatsapp grup atau pribadi.

Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Stres di Tempat Kerja dari Alumni UGM

Lalu, bagaimana cara untuk menghadapi workplace buying? Psikolog Klinis Dewasa Tara de Thouars, berbagi tips untuk menghadapi workplace bullying bagi para pekerja, khususnya fresh graduate.

1. Jangan takut, tetap tenang

Pelaku bullying seringkali ingin memancing reaksi dan merasa senang bila target menunjukkan rasa kesal atau terluka karena tindakan mereka.

"Cobalah melatih diri, batasi emosi yang berlebihan, tenangkan diri agar kita tidak bereaksi dan merasa buruk terhadap diri sendiri," ujar Tara de Thouars, saat mengisi webinar bertajuk 'Creating Positive Vibes at Work: Tolerance is Key' oleh Unilever, Jumat (26/6/2022). 

2. Atasi masalah secara langsung

Coba bicara dan tegaskan pendapat atau perasaan kamu saat berkomunikasi dengan pelaku.

3. Komunikasikan pada atasan atau HRD

Berkomunikasi dengan atasan atau HRD tentu untuk mencari jalan keluar yang tepat.

4. Dokumentasikan

Catat jam, lokasi, hingga siapa saja yang berada di dekat kamu saat peristiwa itu terjadi sehingga dapat membantu saat kita ingin melaporkan perlakuan tersebut.

5. Jangan ragu untuk berbicara dengan orang lain

Baik itu dengan rekan kerja, sahabat, atau terapis jika perlu, hal ini dapat membantu kita mengatasi efek bullying yang dirasakan.

6. Jaga rasa percaya diri dan pikiran positif

Bullying tidak merepresentasikan isu tentang targetnya, tapi merepresentasikan isu tentang pelakunya. Seringkali terget jadi merasa diri kurang, buruk, jelek.

"Bagi seorang calon karyawan, harus memastikan bahwa mereka memilih perusahaan yang berpihak pada kesetaraan, keberagaman dan inklusivitas," imbuhnya.

Baca juga: Masih Ada Bullying di Lingkungan Kerja, Ini Kata Dosen UMM

Selain itu, seorang karyawan juga harus percaya bahwa mereka terlindung di bawah perusahaan yang memiliki kebijakan kuat terhadap segala bentuk diskriminasi dan bullying.

Tara menerangkan, tindakan workplace bullying melibatkan tiga pihak, pertama adalah pelaku, yang kebanyakan menyerang titik lemah target agar mereka terlihat berkuasa sehingga menutupi ketidakmampuan atau ketidakpuasan dalam dirinya.

Kemudian target, yang secara sengaja dan berulang dipermalukan sehingga berpotensi mengalami berbagai efek psikologis yang mengganggu keseharian dan produktivitas.

Meskipun ada saksi di lokasi, seringkali saksi hanya bisa berdiam diri. "Padahal, saksi memiliki peranan yang sangat penting untuk mengintervensi perilaku tidak menyenangkan tersebut," jelasnya.

Sementara, Head of Communication Unilever Indonesia Kristy Nelwan menyampaikan, sebagai perusahaan yang memiliki zero tolerance terhadap workplace bullying, Unilever Indonesia menindak tegas perilaku langsung maupun tidak langsung yang menyinggung, mengintimidasi, atau menghina termasuk segala bentuk pelecehan atau bullying, baik antar individu ataupun kolektif.

"Bisnis hanya dapat berkembang di tengah masyarakat di mana hak asasi manusia dihormati, dijunjung tinggi dan dikedepankan," ungkap dia.

Baca juga: Ners Unair: 4 Bahan Alami untuk Sariawan dan Cara Mengatasinya

Terkait aksi workplace bullying, Unilever Indonesia memiliki jalur pengaduan khusus yang disebut Speak-Up Channel, sebuah Whistleblower System dengan jaminan kerahasiaan penuh sebagai salah satu sarana bagi karyawan untuk menyampaikan adanya penyimpangan terhadap peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.