Kompas.com - 27/06/2022, 15:50 WIB

KOMPAS.com - Keterlibatan orangtua menjadi salah satu kunci kelancaran pembelajaran anak di sekolah.

Hal tersebut tak hanya dirasakan oleh siswa, namun juga guru-guru di SMA Plus Budi Utomo dan SMP N 7 di Kota Makassar.

Berkat penerapan Kurikulum Merdeka yang dipakai sekolah penggerak, suasana baru dalam pembelajaran dinilai amat terasa.

Kepala Sekolah SMA Plus Budi Utomo Makassar, Sulawesi Selatan, Dede Nurohim menceritakan bagaimana upayanya membangun komunikasi dengan orang tua siswa di awal pandemi Covid-19.

Baca juga: Tanpa Hukuman, Ini Cara Sukses BPK Penabur Latih Kedisiplinan Siswa

Sekolah semi pesantren yang masuk dalam kategori sekolah penggerak ini termasuk salah satu sekolah yang terlambat memulangkan anak didik saat pademi Covid-19 merebak di Indonesia.

Alasannya ialah pertimbangan pembelajaran yang tidak akan maksimal jika dilakukan jarak jauh. Hal ini terkait dengan faktor infrastruktur yang menjadi permasalahan utama.

“Kami termasuk sekolah yang paling telat mengembalikan anak-anak, karena kami membangun metode pembelajaran jarak jauh terlebih dahulu. Kami tahu, kalau sudah di rumah, terkadang orang tua sudah menuntut anak untuk membantu pekerjaan mereka. Jadi sebelum memulangkan anak, pertama kami mengadakan pertemuan dengan orang tua lewat zoom meeting, dan kami sampaikan bahwa selama di rumah siswa harus didampingi belajarnya,” tutur Dede dilansir dari laman Kemendikbud.

Dede menuturkan, komunikasi dua arah semakin terbangun setelah sekolahnya mengimplementasikan kurikulum merdeka.

Baca juga: Kisah Guru Betty, Raih Penghargaan Internasional karena Empati Tinggi

Sekolah mendengarkan masukan, keluhan, dan kritik yang disampaikan oleh orang tua. Setiap dua minggu, tuturnya, ada evaluasi yang dilakukan dalam koordinasi sekolah dan orang tua.

“Kami sangat terbuka, dari masa pandemi yang walau pembelajaran tidak seefektif tatap muka, mereka tetap belajar. Dan sampai sekarang kalau anak-anak yang ada di asrama hari ini tidak masuk kelas, orangtua akan tahu di waktu yang sama melalui grup tersebut,” jelas Dede.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.