Kompas.com - 11/07/2022, 05:27 WIB
|

KOMPAS.com - Imunisasi menjadi salah satu upaya untuk mencegah anak terpapar berbagai penyakit.

Imunisasi bertujuan untuk melindungi anak terhadap penyakit tertentu yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi.

Jika anak memiliki kekebalan tubuh yang baik, otomatis dapat memaksimalkan pertumbuhan mereka.

Seiring perkembangan teknologi dunia kesehatan, ada juga beberapa vaksin yang kini wajib diberikan pada anak. Misalnya vaksin Japanese encephalitis (JE) yang diberikan mulai umur 9 bulan di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis. Vaksin ini untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun kemudian.

Baca juga: Beasiswa S1 di United Arab Emirates University, Bisa Kuliah Gratis

Program BIAN dari pemerintah

Dalam pemberian imunisasi, ada imunisasi dasar yang semuanya wajib diberikan kepada anak. Pemberian imunisasi yang lengkap juga menjadi investasi kesehatan bagi anak.

Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Nasional Diponegoro Universitas Diponegoro (RSND Undip) dr. Mulyono mengatakan, pemerintah saat ini sedang menggalakan program BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) dengan tujuan untuk mengejar ketertinggalan imunisasi pada anak ketika masa pandemi Covid-19.

Hal ini disebabkan karena masih banyak anak yang seharusnya sudah melakukan imunisasi lengkap namun belum mendapatkannya karena banyak tempat penyedia imunisasi tutup.

"Program BIAN atau Bulan Imunisasi Anak Nasional ini merupakan momen yang baik untuk melakukan imunisasi anak," ujar Mulyono seperti dikutip dari laman Undip, Minggu (10/7/2022).

Baca juga: Franka Makarim Sebut Keluarga Berperan dalam Pembentukan Karakter Anak

Jangan khawatir efek imunisasi

Mulyono mengimbau agar masyarakat tidak khawatir terhadap efek samping dari vaksinasi atau imunisasi ini. Pasalnya manfaat imunisasi lebih banyak dibandingkan efek setelah diberikan imunisasi.

Di Indonesia, perihal kehalalan imunisasi dasar telah teruji halal karena tidak mengandung tripsin babi.

Ada beberapa tips dari dr. Mulyono apabila anak mengalami demam setelah imunisasi. Berikut tips dari dokter RSND Undip jika anak mengalami demam setelah imunisasi:

1. Jangan selimuti anak dengan selimut yang tebal.

2. Tidak mengompres menggunakan es.

3. Jika panas tidak kunjung reda dan dirasa menganggu aktivitas anak maka dapat diberi obat penurun panas.

"Vaksinasi itu adalah hak anak yang menjadi kewajiban orangtua. Orangtua diharapkan mampu mencatat sebaik mungkin riwayat vaksinasi anak sebagai kado masa depan anak," tegas Mulyono.

Baca juga: 5 Tips Membangun Percaya Diri, Mahasiswa Yuk Coba

Orangtua turut sukseskan program imunisasi dari pemerintah 

Selain itu, para orangtua bisa turut menyukseskan program pemerintah dalam program vaksinasi. Serta orangtua tidak perlu khawatir karena segala kemungkinan akibat dari vaksinasi ini telah diperhitungkan pemerintah.

Imunisasi dasar untuk anak, lanjut Mulyono, juga mudah diperoleh di Puskesmas dan di rumah sakit secara gratis maupun berbayar.

"Adapun imunisasi untuk bayi ada beberapa macamnya. Khusus bayi yang baru lahir dapat diberikan imunisasi Hepatitis B-0 yang bermanfaat mencegah penyakit hepatitis," urai dia.

Selain itu juga ada imunisasi Polio 1 yang diberikan ketika usia bayi baru lahir sampai satu bulan.

Baca juga: TML Energy Buka Lowongan Kerja D3-S1, Buruan Daftar

Imunisasi BCG, imunisasi DPT yang diberikan ketika usia bayi 2,3 dan 4 bulan, imunisasi MR untuk bayi berusia 9 bulan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.