Kompas.com - 13/07/2022, 15:35 WIB

KOMPAS.com - Suka memikirkan hal-hal yang mungkin terjadi di masa depan, kerap menjadi cara untuk mengantisipasi hal buruk. Namun, terlalu cemas akan masa depan, bisa membuat seseorang terjebak dalam overthinking yang berdampak kurang baik bagi tubuh dan mental.

Istilah overthinking menjadi istilah yang populer dan melekat di generasi muda saat ini. Bahkan, banyak anak muda yang sering mengalami overthinking. Beberapa anak muda kerap membuka sesi curhat bersama di beberapa media sosial untuk mengatasi overthinking.

Baca juga: Apakah Minum Suplemen Dapat Merusak Ginjal? Ini Penjelasan Dokter UGM

Psikolog Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Nida UI Hasanat menjelaskan bahwa overthinking dalam kajian psikologi dimaknai sebagai cara berpikir yang berlebihan dan arahnya negatif.

Namun, ia mengungkap kalau istilah ini mengalami pergeseran makna di masyarakat di mana overthinking diartikan sebagai pemikiran berlebihan (saja).

“Overthinking ini sebenarnya terjadi ketika memikirkan hal-hal yang belum terjadi,” terangnya, dilansir dari laman UGM

Misalnya, seseorang mahasiswa mengalami kecemasan dan ketakutan saat akan melakukan presentasi.

Ada pemikiran negatif atau tidak percaya dengan diri sendiri saat presentasi, menganggap suaranya jelek sehingga materi tidak bisa tersampaikan, takut dinilai jelek, dan lainnya.

Padahal semua ketakutan dan kecemasan tersebut belum tentu terjadi dan hanya berada dalam tataran pemikiran saja.

“Kecemasan, ketakutan akan hal yang belum terjadi maupun masa depan ini muncul karena orang itu overthinking,”ucap Dosen Fakultas Psikologi UGM ini.

Baca juga: Ini Tiga Ciri Kamu Mengalami Fase Quarter Life Crisis

Nida menyampaikan overthinking ini berdampak bagi kesehatan baik mental. Salah satunya yaitu stres karena otak terlalu banyak memikirkan hal-hal yang belum pasti secara berlebihan. Apabila hal tersebut berlanjut akan berisiko pada gangguan mental.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.