Medio by KG Media
Siniar KG Media

Saat ini, aktivitas mendengarkan siniar (podcast) menjadi aktivitas ke-4 terfavorit dengan dominasi pendengar usia 18-35 tahun. Topik spesifik serta kontrol waktu dan tempat di tangan pendengar, memungkinkan pendengar untuk melakukan beberapa aktivitas sekaligus, menjadi nilai tambah dibanding medium lain.

Medio, sebagai bagian dari KG Radio Network yang merupakan jaringan KG Media, hadir memberikan nilai tambah bagi ranah edukasi melalui konten audio yang berkualitas, yang dapat didengarkan kapan pun dan di mana pun. Kami akan membahas lebih mendalam setiap episode dari channel siniar yang belum terbahas pada episode tersebut.

Info dan kolaborasi: podcast@kgmedia.id

Apa Saja yang Perlu Dihindari dalam Kontrak Kerja?

Kompas.com - 21/07/2022, 15:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Alifia Putri Yudanti dan Brigitta Valencia Bellion

KOMPAS.com - Diterima kerja setelah lama menganggur adalah momen yang paling membahagiakan bagi para pencari kerja. Setelah mengikuti serangkaian ujian dan mendapat penolakan, kita bisa berbangga diri.

Tapi, jangan terlalu senang sebelum secara sah kita menandatangani perjanjian kerja. Menurut Pasal 1 Angka 14 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, perjanjian kerja adalah perjanjian antara pekerja/buruh dengan pengusaha atau pemberi kerja yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban para pihak.

Di sana tertera secara lengkap mengenai gaji, tunjangan, dan status hubungan kerja. Oleh sebab itu, Suryanto Sinurat, S.H., Partner SSAJ & Associates, dalam siniar Obsesif musim kelima bertajuk “Red Flag dalam Kontrak Kerja” mengingatkan kita agar tak terlalu senang.

Kita harus melihat dan membaca dengan saksama kontrak kerja tersebut. Menurutnya, ada beberapa red flag atau tanda-tanda yang harus kita hindari. Usaha ini dilakukan agar tak terjebak pada kontrak yang salah dan bisa merugikan kita.

Tanda pertama adalah mengenai jenis atau status hubungan kerja. Menurut Undang-undang Ketenagakerjaan yang berlaku, ada dua jenis hubungan kerja, yaitu Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

Baca juga: Bagaimana Cara Menjadi Pendengar yang Baik untuk Teman?

PKWT sendiri merupakan karyawan kontrak yang memiliki pekerjaan dengan sifat tak tetap atau hanya untuk sementara waktu. Kebalikannya, PKWTT adalah karyawan permanen, yaitu mereka bekerja untuk pekerjaan yang sifatnya tetap dan berkelanjutan.

Misalnya, saat kita diterima di posisi HR. Posisi tersebut adalah posisi yang terus dibutuhkan setiap saat. Oleh sebab itu, di dalam kontrak, kita harus berstatus PKWTT. Namun, terkadang ada perusahaan nakal yang mengkategorikan kita ke dalam PKWT.

Kedua adalah masa percobaan atau probation. Kita harus memahami bahwa perusahaan hanya boleh memberlakukan masa ini selama tiga bulan. Selain itu, masa percobaan hanya boleh dilakukan untuk karyawan permanen atau PKWTT.

Jadi, ketika kita diberi masa percobaan padahal merupakan pegawai kontrak, “Ya, berarti itu artinya adalah sebuah pelanggaran. So, kalau calon perusahaan kalian menerapkannya seperti itu, kalian harus pikir-pikir lagi, yah.”

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.