Kompas.com - 26/08/2022, 12:30 WIB

KOMPAS.com - Sebanyak 1.764 mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (Unpad) membuat kreasi mozaik dari nyiru dalam kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru Unpad tahun akademik 2022/2023 di Lapangan Parkir PPBS, Unpad, Jatinangor, Rabu (24/8/2022).

Kreasi mosaik ini menampilkan 65 reka bentuk sehingga mendapatkan rekor bertajuk “Mosaik Nyiru dengan Reka Bentuk Terbanyak” dan berhasil meraih penghargaan rekor dunia dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).

Kepala Divisi Kreasi Prabu Unpad Damar Dhayita mengatakan bahwa tema yang diangkat pada mosaik reka bentuk ini adalah “Gama Abhipraya Padjadjaran”.

Baca juga: 5 Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia 2022 dan Biaya Kuliahnya

“Gama itu artinya perjalanan, Abhipraya itu artinya cita-cita dan harapan. Padjadjaran itu sebagai representasi dari tanah yang kita pijak, yaitu tanah Padjadjaran,” kata Dharma dilansir dari laman Universitas Padjadjaran.

Untuk itu, reka bentuk yang ditampilkan yaitu menggambarkan nilai-nilai dari budaya Sunda, yakni “Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh”.

Mahasiswa Baru Unpad Pecahkan Rekor MURI Kreasi 65 Mosaik dari NyiruDok. Unpad Mahasiswa Baru Unpad Pecahkan Rekor MURI Kreasi 65 Mosaik dari Nyiru

Ketua Pelaksana PMB Unpad 2022 Eri Bahtiar menjelaskan, untuk latar belakang dari reka bentuk Gama Abhipraya Padjadjaran sendiri, tim mengambil motif merak khas Jawa Barat yang biasa digunakan oleh para penari merak di daerah Jawa Barat.

“Dari motif merak tersebut kami memilih empat warna, yaitu merah, hijau, biru, dan warna asli dari nyiru,” tuturnya.

Warna merah menggambarkan semangat pramuda dalam menggapai harapan dan cita-citanya di Tanah Padjadjaran.

Warna hijau menggambarkan pertumbuhan dan awal yang baru. Hal tersebut mencerminkan mahasiswa baru yang baru saja memasuki dunia perkuliahan, yaitu di Universitas Padjadjaran.

Baca juga: 7 Jurusan Ilmu Komunikasi Terbaik Indonesia 2022 dan Biaya Kuliahnya

Lalu, warna Biru melambangkan kebijaksanaan. Dengan harapan, mahasiswa baru dapat mengambil segala keputusan dengan beberapa pertimbangan yang lebih bijaksana.

Sementara itu, Wakil Kepala Divisi Kreasi Kayla Arvina mengatakan bahwa nyiru atau dikenal juga dengan tampah, digunakan karena ingin mengangkat budaya Sunda.

“Kita ambil nyiru ini karena nyiru kerajinan tangan khas Sunda. Kita berkolaborasi dengan pengrajin dari Ciamis, Jawa Barat. Jadi kita memang bertujuan untuk memajukan UMKM Indonesia juga,” ungkapnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.