Kompas.com - 28/09/2022, 17:15 WIB

KOMPAS.com - Daewoong Foundation (DF) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) mendirikan lembaga penelitian farmasi “Drug Delivery System (DDS) Research Institute ITB-DF”.  Hal ini tertuang pada Memorandum of Understanding (MoU) mereka yang dilakukan pada Senin (26/09/22) .

DDS (Drug Delivery System) adalah metode pemberian obat secara efisien ke area yang ditargetkan, seperti mengendalikan laju pelepasan obat. Teknologi ini meminimalkan efek samping obat dan memaksimalkan khasiat dan efektivitas.

Melalui MOU yang dilakukan, kerja sama kedua belah pihak Daewoong Foundation dan ITB telah mengukuhkan pendirian lembaga penelitian farmasi yang mutakhir melalui DDS. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan penelitian farmasi dan menumbuhkan bakat penelitian di Indonesia.

Baca juga: 24 Universitas Terbaik di Bandung 2022, ITB dan UPI Peringkat Berapa?

Disebutkan, kerja peneliti biofarmasi di Indonesia sering melakukan penelitian bersama di luar negeri. Namun, ada kesulitan di Indonesia untuk melanjutkan penelitian yang dilakukan di luar negeri akibat masalah infrastruktur, seperti kurangnya fasilitas dan peralatan penelitian farmasi dalam negeri.

“Melalui DDS Research Institute yang didirikan bersama dengan Daewoong Foundation, kami berharap para peneliti pascasarjana yang berbakat akan merasakan dan mempelajari sistem penelitian farmasi canggih Korea secara langsung,” ucap rektor ITB, Prof. Reini Wirahadikusumah.

Reini menambahkan, ITB menantikan hasil penelitian yang luar biasa dari fasilitas berteknologi tinggi yang dapat membawa industri biofarmasi Indonesia ke tingkat selanjutnya.

Daewoong Foundation akan mendukung pendirian DDS Research Institute di lantai pertama gedung Sekolah Farmasi ITB. Direncanakan pula akan selesai pada tahun 2023 setelah pekerjaan renovasi dan konstruksi peralatan.

Baca juga: Kisah Saffa, Lolos ITB karena Semangat Berprestasi di Bidang Seni

Daewoong Foundation sendiri berencana secara aktif mendukung para peneliti di bidang biofarmasi untuk melanjutkan dan mengembangkan penelitian mereka di Indonesia. Atas dasar itu, akan membentuk lingkungan lembaga penelitian terbaru dan membangun peralatan produksi serta analisis obat yang canggih seperti DDS Research Institute ini.

Berbagai penelitian kolaborasi terbuka juga diharapkan dapat dilakukan dengan membuka fasilitas penelitian bagi yang membutuhkan penelitian di bidang tersebut, seperti organisasi nirlaba, lembaga pemerintah, dan lembaga swasta.

Sebelumnya, Daewoong Foundation bersama dengan Universitas Indonesia (UI) juga telah meresmikan Laboraturium Bioanalitik UI-DF pada Selasa (16/8/2022). Laboraturium ini dilengkapi dengan berbagai instrumen canggih yang dapat mendukung analisis biologi, kimia, dan pelengkap lainnya di bidang kesehatan, farmasi, biofarmasi, dan bioteknologi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.