Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/01/2023, 21:12 WIB
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sudah memiliki 140 guru besar hingga Selasa (17/1/2023).

Demikian disampaikan Ketua Dewan Guru Besar (DGB) UPI, Prof. Karim Suryadi saat Penyerahan SK Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Profesor/Guru Besar atas nama Lilik Hasanah (Dosen FPMIPA) dan Amir Machmud (Dosen FPEB), seperti melansir laman UPI.

Baca juga: Gapai Akreditasi Unggul, UI Komitmen Capai Peringkat 5 Asia Tenggara

"Jumlah guru besar saat ini akan terus bertambah," kata dia

Sementara itu dalam catatan, terdapat 4 orang yang sudah mengajukan rekomendasi usulan jabatan fungsional dosen sebagai guru besar. Sebanyak 1 orang sudah melakukan presentasi.

"Kemudian dalam waktu dekat akan dilakukan proses pengukuhan terhadap 18 guru besar," ucap Prof. Karim.

Rektor UPI Prof. M. Solehuddin menyerahkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Pengangkatan Jabatan Akademik Profesor atau Guru Besar kepada Lilik Hasanah dan Amir Machmud.

Prof. Lilik Hasanah diangkat menjadi Guru Besar bidang Ilmu Fisika Komputasi Material dan Prof. Amir Machmud diangkat menjadi Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi.

Dia mengungkapkan, keistimewaan seorang guru besar itu bukan karena sulit diraih, apalagi karena orang lain tidak mampu meraihnya.

Baca juga: Jadwal Libur, Ujian Semester 2, dan PPDB Siswa SD-SMA 2023 DKI Jakarta

Namun, karena tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang ada di kampus.

Meskipun dituntut riset atau pengabdian, sambung dia, tapi tugas pokok guru besar melayani mahasiswa lewat pengajaran.

"Dan itu tidak akan terganti, karena tradisi guru besar itu tumbuh dari praktik memberikan pengajaran," jelas dia.

Untuk itu, dia berharap hasil riset dan pengabdian guru besar bisa diabdikan bagi peningkatan kualitas mengajar.

Baca juga: Ikut SNPMB 2023? Ini 7 PTN dengan Lulusan Cepat Dapat Kerja

"Menjadi guru besar itu adalah tentang bagaimana seorang guru besar berkiprah untuk orang lain karena guru besar sudah selesai dengan dirinya sendiri," jelas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+