Kompas.com - 14/10/2013, 16:18 WIB
EditorLatief

Pemerintah sudah menetapkan usia wajib belajar. Jadi, minimal sampai anak menyelesaikan usia wajib belajar, mereka tidak diwajibkan untuk bekerja. Fokus mereka adalah di belajar. Tidak menjadi masalah jika sekolah rumah tujuannya untuk alasan keamanan. Tetapi, jika tujuannya untuk anak bekerja, itu jelas tidak dibenarkan. 

Gambaran Ideal

Generasi emas adalah generasi yang optimal, tanggap, serta mendapatkan stimulasi sesuai perkembangan dan kemampuannya, baik perkembangan fisik maupun psikisnya. Tidak akan efektif jika memberikan stimulasi tidak sesuai usianya.

Contohnya, ketika orangtua berkomunikasi dengan anak terkait dengan stimulasi bahasa, anak tidak hanya diminta membaca buku cerita sementara orang tua mendengarkan. Tetapi, sebaiknya orangtua berkomunikasi secara efektif, misalnya membacakan cerita dengan mimik, gerak, sehingga anak lebih tertarik dengan bacaannya.

Idealnya, tentu saja, kemampuan anak harus sesuai dengan umurnya. Kondisi sekarang, ketika pelajaran kelas 1 SD sudah sudah diajarkan pada prasekolah, pada akhirnya akan membentuk generasi drilling, bukan generasi emas lagi.

Peran guru (prasekolah) adalah memperkenalkan sesuatu kepada anak dan menjadi jembatan. Hal ini mengingat, bahwa usia prasekolah tahap berfikirnya adalah tahap konkrit, dimana segala sesuatu itu harus ada contohnya. Misalnya, memberi contoh kerapihan, cara menyusun buku, membereskan mainan, dan lain sebagainya. Selain itu, guru juga perlu memahami usia perkembangan anak sebagai pedoman untuk membuat kurikulum.

Berbagi Saran

Jangan lupa, dalam hal parenting, ajari anak dengan konsekuensi, bukan dengan hukuman atau marah-marah. Misal, aturannya mandi dahulu baru menonton televisi. Konsekuensi yang ada adalah jika tidak mandi, tidak akan mendapatkan menonton televisi.

Orangtua pun semestinya mengetahui tahap tumbuhkembang anak. Jangan pernah menutup telinga terhadap hal-hal yang sifatnya baik dan sesuai dengan kebutuhan anak. 

Selain itu, pengenalan budaya sejak dini sangat penting karena sangat mendukung pengembangan motorik, seperti tarian daerah. Selain itu, seni drama juga dapat merangsang kemampuan berkomunikasi atau bermain peran. Anak terbiasa dilatih mengasah kemampuan individu, termasuk berkomunikasi dengan lingkungan. Seni pahat dan seni batik pun dapat melatih ketelitian dan konsentrasi.

Bagi pemerintah, perlu kiranya memberi sanksi yang tegas kepada sekolah yang tidak mengindahkan aturan batasan pengajaran. Usia dini tidak seharusnya menguasai calistung hanya karena sekolah mengejar faktor ekonomi. Untuk itu, mulailah disadari, bahwa hak anak harus diperhatikan. Biarkanlah mereka tumbuh dan menikmati masa anak-anaknya yang sesuai dengan usianya. (ARIFAH) 

Penulis adalah psikolog anak di Klinik Terpadu, Universitas Indonesia 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.