Kompas.com - 17/10/2013, 09:36 WIB
|
EditorLatief

Namun, tak disangka, lanjut dia, ternyata ada seorang anak yang berinisiatif untuk mengambil mikrofon.

"Apa yang dilakukannya? Anak itu menyanyikan lagu untuk tarian tersebut. Anak itu menyanyi, dan teman-teman lainnya melanjutkan menari," kata Tirta.

Melihat itu, Tirta mengaku sangat senang. Ia merasa, kepercayaan diri dan keberaniannya sudah tertanam pada diri anak-anak tersebut.

"Walaupun mereka hanya anak buruh pabrik, kuli pasir, dan sebagainya, bukan berarti mereka tidak berhak mendapatkan pendidikan layak," ujarnya.

Melatih kewirausahaan

Seiring berjalannya waktu, Warung Pasinaon tak lagi hanya digunakan sebagai lokasi penampungan kreatifitas anak-anak. Lokasi "warung" yang merupakan rumah pribadi Tirta itu juga digunakan sebagai tempat berwirausaha para wanita dan ibu-ibu yang merasa kurang memiliki keterampilan.

Salah satu keterampilan wirausaha di tempat itu adalah mengolah kaleng dan barang bekas menjadi sebuah polybag atau kantong belanja ramah lingkungan. Suatu ketika, pembantu rumah tangga (PRT) yang sehari-hari bekerja kepada Tirta mengundurkan diri dari pekerjaannya. Ia merasa sudah saatnya untuk 'naik kelas' dengan menjadi buruh di pabrik. Namun, saat itu itu, Tirta mengingatkan kepada pembantunya itu untuk tidak meninggalkan rumahnya dan kemudian menjadi buruh.

"Kalau kamu jadi buruh pabrik, kamu akan jadi pembantu terus dan enggak akan naik kelas," kata Tirta.

Akhirnya, si pembantu mengurungkan niatnya keluar dari rumah Tirta. Kini, ia malah berhasil membuat berbagai tas kain yang terbuat dari kain perca. Hasil karyanya itu bahkan sudah diperjualbelikan di unit usaha Universitas Diponegoro, Semarang.

Satu waktu, Tirta melanjutkan, membaurnya anak-anak dan masyarakat yang sudah dewasa untuk berwirausaha di Warung Pasinaon ini pernah membuatnya kecele. Itu terjadi lantaran ada buku orang dewasa yang selayaknya tidak dibaca oleh anak-anak.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.