Syahrial: Sekarang, Banyak Sarjana dan Profesor Malah Jadi Koruptor!

Kompas.com - 29/10/2013, 15:44 WIB
Pendiri Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia, Syahrial Yusuf. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaPendiri Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia, Syahrial Yusuf.
|
EditorLatief
KOMPAS.com — Berawal dari kekecewaannya terhadap kualitas pendidikan di Indonesia, Syahrial Yusuf terdorong mendirikan Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I). Dengan menanamkan pendidikan karakter dan soft skill, target pencapaian lembaga pendidikan itu adalah mencetak 99 persen lulusan yang siap bekerja dan membuka lapangan kerja. 

Sebagai seorang enterpreneur di bidang pendidikan, Syahrial mengaku memiliki tanggung jawab moral menciptakan tenaga kerja yang siap diserap oleh beragam industri atau mendidik calon-calon entrepreneur muda lainnya untuk siap berbisnis. Ia tak mau lembaga pendidikan hanya fokus di bidang pendidikan, tetapi harus menghasilkan lulusan terampil, siap kerja, dan menjadi seorang entrepreneur. Untuk itulah, ia sangat menekankan bukan hanya hard skill diberikan kepada mahasiswa, melainkan juga soft skill.

"Saya setuju. Bagus sekali kalau pendidikan karakter itu masuk ke dalam kurikulum. Selama ini, pendidikan karakter belum masuk benar ke peserta didik," ujar Syahrial kepada Kompas.com, Jumat (25/10/2013) lalu.

Syahrial mengakui, pendidikan karakter sangat penting untuk membentuk kepribadian seorang mahasiswa. Selain itu, para pendidik, terutama dosen, sebagai pembawa materi juga harus mengerti apa yang ia sampaikan.

"Kalau tidak, pendidikan karakter itu sendiri tidak akan tercapai," katanya.

Dia mengatakan, penerapan pendidikan karakter cenderung penting pada tiga mata pelajaran.

"Yang pertama adalah, kalau di Jepang disebutnya dengan Spirit Bushido, tapi di Indonesia saya menyebutnya Spirit of Kerja Keras Islam. Saya menerapkan pada anak-anak peserta saya bahwa dengan bekerja keras berarti telah menjalankan salah satu etos itu," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua, lanjut Syahrial, kewirausahaan. Menurutnya, karakter sebagai seorang wirausaha adalah tidak perlu menyalahkan orang lain, tetapi selalu berkaca dan menyalahkan diri sendiri untuk memperbaiki diri ke depannya.

"Mengapa kita bisa gagal? Mengapa kita tidak bisa meraih yang kita inginkan? Berkacalah pada diri kita sendiri dan jadilah wirausahawan yang selalu berpikir positif," ujarnya.

Ketiga, pada pengembangan kepribadian. Menurutnya, pendidikan karakter perlu mengarahkan mahasiswa untuk memiliki mimpi dan menggapai mimpi mereka.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.