Kompas.com - 11/12/2013, 11:10 WIB
Anak-anak SDN 1 Leuwinanggung meluapkan kegembiraan mereka sesaat setelah pintu sekolah itu dibuka, Rabu (20/6/2012) pagi. KOMPAS/Andy Riza HidayatAnak-anak SDN 1 Leuwinanggung meluapkan kegembiraan mereka sesaat setelah pintu sekolah itu dibuka, Rabu (20/6/2012) pagi.
EditorCaroline Damanik

Jawabannya: Tidak! Mengapa? Selain penerapannya dipaksakan, Kurikulum 2013 tidak matang, di sana-sini masih banyak kekurangan dan kekacauan. Kelemahan ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan pada persoalan visi dan implementasi visi dalam dunia pendidikan, terutama dalam pembelajaran di sekolah.

Sudah banyak yang mengkritik Kurikulum 2013, terutama terkait dengan gagasan kompetensi, baik itu Kompetensi Inti ataupun Kompetensi Dasar. Kompetensi dalam Kurikulum 2013 banyak mengandung unsur ketidakmasukakalan yang sulit dievaluasi dan dinilai.

Spiritualisme dangkal

Bahkan, kecenderungan seluruh kompetensi diarahkan pada bentuk-bentuk kerohanian dan keagamaan, membuat kita jatuh dalam spiritualisme pendidikan yang dangkal. Kurikulum Jalan ke Surga, itulah seloroh yang selama ini muncul tentang Kurikulum 2013.

China adalah negara komunis. Singapura adalah negara sekuler yang plural. Mereka semua menjadi jawara dalam PISA karena mengutamakan proses belajar! Bukan berdoa!

Kurikulum 2013 yang gelojoh kerohanian akan mematikan fungsi kritis dan logika nalar individu. Matinya daya kritis akan semakin mudah menyemai benih kekerasan atas nama agama dan perbedaan melalui proses indoktrinasi terstruktur. Gejala ini sudah kita lihat terjadi di masyarakat. Masyarakat kita gemar menghunus pedang dan menghancurkan mereka yang berbeda atas nama agama!

Berpikir kritis muncul apabila logika bertumbuh. Logika bertumbuh apabila siswa diajak berpikir lurus dan benar melalui ketaatan pada alur pikir. Dalam pembelajaran Matematika, yang paling penting adalah keteguhan sikap. Siswa diajak mempertahankan
pendapatnya apabila ia yakin pendapatnya benar, dan berani mengubahnya apabila keliru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Inilah nilai integritas yang diperoleh dari belajar Matematika. Pembelajaran Matematika yang benar menghasilkan individu yang kritis, terbuka, dan berintegritas. Tak mengherankan apabila panitia PISA menyimpulkan: penguasaan pengetahuan Matematika menjadi dasar meningkatnya peringkat pendidikan di beberapa negara.

Bangsa ini sudah kehilangan logika nalar, cenderung berpikir separatis, dan eksklusif. Cara berpikir kebangsaan yang terbuka dan kritis semakin jauh dari lingkungan pendidikan dan pembelajaran kita. Bhinneka Tunggal Ika hanya menjadi sekadar pita yang tertempel di suvenir Garuda. Kita sibuk mengurusi tampilan luar, mengatur model baju, seragam sekolah, dan lain-lain, tetapi lupa bahwa pengalaman belajarlah yang paling penting harus terjadi di sekolah.

Menjadi juara sebagai siswa paling bahagia berada di sekolah dan bersahabat mestinya tak membuat kita senang. Kita harus lihat bahwa tetap bertenggernya Indonesia di barisan paling belakang di antara para siswa lain menunjukkan betapa pengalaman belajar itu tidak terjadi di sekolah-sekolah kita. Spiritualisme pendidikan yang dangkal akan menjadi beban bagi bangsa ini untuk naik kelas dalam peringkat PISA.


Doni Koesoema A, Pemerhati PendidikanDapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.