Kompas.com - 04/03/2014, 11:04 WIB
Para mahasiswa peraih beasiswa Bidikmisi di acara silaturahim di Jakarta, 26 – 28 Februari 2014 lalu. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono hadir di acara tersebut dan meminta para mahasiswa peraih Bidikmisi untuk berjuang mengurangi kemiskinan. Dok Kemendikbud Para mahasiswa peraih beasiswa Bidikmisi di acara silaturahim di Jakarta, 26 – 28 Februari 2014 lalu. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono hadir di acara tersebut dan meminta para mahasiswa peraih Bidikmisi untuk berjuang mengurangi kemiskinan.
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Sepuluh tahun lalu masyarakat tentu sulit membayangkan anak-anak dari keluarga miskin bisa kuliah di fakultas teknik sebuah perguruan tinggi, apalagi fakultas kedokteran. Hambatan yang pasti menghalangi anak-anak itu untuk meraih cita-citanya adalah keterbatasan biaya.

Namun, ketika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meluncurkan program Bidikmisi, yaitu beasiswa bagi anak-anak miskin berprestasi, harapan anak-anak mewujudkan cita-citanya melalui bangku kuliah itu menjadi nyata. Kesempatan itu terbuka luas untuk mereka.

Tahun ini, Bidikmisi sudah memasuki tahun kelima dan telah dinikmati oleh 149.768 mahasiswa. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan agar lebih banyak anak-anak miskin yang terbantu mewujudkan apa yang dicita-citakannya.

Tidak terbatas di perguruan tinggi negeri (PTN), Bidikmisi juga terbuka untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi swasta (PTS). Saat ini, sudah ada 98 PTN dan 590 PTS bekerjasama dengan Bidikmisi.

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan apresiasinya pada program beasiswa untuk rakyat miskin tersebut. Pada acara silaturahim Presiden dengan mahasiswa Bidikmisi di Jakarta 26 – 28 Februari yang lalu, Presiden meminta para mahasiswa peraih Bidikmisi untuk berjuang mengurangi kemiskinan.

"Teruslah belajar dengan gigih, raih prestasi setinggi-tingginya, buatlah karya yang mengagumkan, dan bawalah Indonesia pada kejayaan," kata Presiden memberi semangat.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh berharap, dalam waktu lima sampai sepuluh tahun mendatang akan lahir lulusan Bidikmisi dengan gelar master dan doktor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dengan begitu, mereka bisa mengangkat harkat dan martabat keluarga dan keluar dari rantai kemiskinan. Itulah yang disebut dengan kebangkitan kaum duafa," ujar Nuh.

Mendikbud mengatakan, pengelolaan program Bidikmisi juga terus diperbaiki untuk meningkatkan kualitas layanan. Hasil evaluasi program Bidikmisi setiap tahunnya selalu dijadikan rujukan dalam perbaikan penyelenggaraan program tersebut.

Sebagai contoh, lanjut Mendikbud, mulai 2013 lalu penyaluran dana Bidikmisi dilakukan secara langsung ke rekening mahasiswa penerima melalui bank penyalur. Mekanisme tersebut merupakan mekanisme baru hasil evaluasi tahun sebelumnya.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.