Inilah Sekolah Robotik Pertama di Indonesia!

Kompas.com - 12/12/2014, 14:00 WIB
Untuk automotive robotic engineering, lulusan BASE bisa menjadi product development engineer, automation system engineer, simulation engineer, factory automotive engineer, dan project engineer. Dok Binus ASO School of Engineering (BASE).Untuk automotive robotic engineering, lulusan BASE bisa menjadi product development engineer, automation system engineer, simulation engineer, factory automotive engineer, dan project engineer.
EditorLatief

"BASE mencoba mempersiapkan bangsa Indonesia untuk siap menghadapi AFTA 2015. Jangan sampai anak bangsa malah jadi penonton di negeri sendiri," ujar Ho Hwi Chie.

Dia menambahkan, pembentukan BASE sebagai sekolah robotik satu-satunya di Indonesia bukan tanpa alasan. Selaku selaku induk utama BASE, pihak Binus University melihat adanya kesempatan yang terbuka lebar bagi lulusan BASE.

"Artinya, pasarnya sebetulnya ada. Ada harapan bagi orang-orang Indonesia, bahkan dunia, untuk memaksa membeli barang-barang dari luar negeri. Nah, kenapa kita tidak ciptakan sendiri. Cuma, ilmu-ilmu robotik ini masih kurang mendapatkan perhatian, dan kita malah fokus pada ilmu-ilmu dasar," jelas Ho Hwi Chie.

Untuk tujuan itu, ada beberapa jenjang karier yang disasar dari kedua program studi tersebut. Untuk automotive robotic engineering, lulusan BASE bisa menjadi product development engineer, automation system engineer, simulation engineer, factory automotive engineer, dan project engineer. Sementara itu, lulusan product design engineering diharapkan mampu menjadi product planning engineer, project design engineer, digital modeler engineer, digital product engineer, dan applied product manufacturing.

Bagaimana kuliah robot?

BASE merupakan sebuah sekolah robotik khusus untuk lulusan IPA di SMA-nya. Hal ini dikarenakan lulusan IPA telah memiliki dasar ilmu pengetahuan yang digunakan di BASE.

"Anak-anak yang penting itu dari IPA. Kalaupun ada dari IPS akan ada tes matematika tertentu. Hanya saja, kita tidak menyarankan hal itu," kata Ho Hwi Chie.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, BASE juga mengadakan tes tertulis dan wawancara untuk menguji kelayakan calon mahasiswanya. Program beasiswa pun tak luput dari sekolah ini.

"Kita ada program beasiswa, syaratnya nilai kuliahnya harus baik dan IP ada di atas 3,00 dan beasiswa itu bisa didapat setelah mereka menjalani perkuliahan di BASE," kata Ho Hwi Chie.

Joint venture dengan Jepang ini semakin terasa dengan kehadiran dosen-dosen asal ASO College. Para mahasiswa juga mendapatkan esktrakurikuler bahasa Jepang guna memperkuat kemampuan bahasa Jepangnya selama periode magang di Jepang.

"Jadi, di sini ada program internship di waktu antara semester enam dan tujuh. Mereka dikirim ke Jepang untuk merasakan pekerjaan-pekerjaan yang mereka pelajari di BASE," jelas Ho Hwi Chie.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X