Kompas.com - 07/03/2015, 23:29 WIB
Direktur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Belanda, Bambang Hari wibisono, serta Koordinator Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, Indy Hardono, usai acara StuNed Day 2015, di kantor KBRI di Den Haag, Sabtu (7/3/2015).
M Latief/KOMPAS.comDirektur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Belanda, Bambang Hari wibisono, serta Koordinator Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, Indy Hardono, usai acara StuNed Day 2015, di kantor KBRI di Den Haag, Sabtu (7/3/2015).
Penulis Latief
|
EditorLatief
DEN HAAG, KOMPAS.com - StuNed Day 2015 kembali digelar di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, Sabtu (7/3/2015). Acara tersebut dihadiri sekitar 170 mahasiswa Indonesia dari berbagai perguruan tinggi di kota-kota di Belanda.

Direktur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker, dalam sambutan pembukaan acara tersebut
mengatakan bahwa secara keseluruhan kerjasama pendidikan antara Pemerintah Indonesia
dan Belanda berjalan sangat baik. Terkait beragam isu politik sejauh ini, menurut dia, tidak mempengaruhi kerjasama kedua negara tersebut.

"Overall semua berjalan sangat baik, tak ada masalah apa-apa. Pemerintah Belanda menghargai
persoalan politik dalam negeri Indonesia sehingga tidak mempengaruhi kerjasama ini," ujar
Mervin. 

Menurut dia, ke depan masih banyak platform kerjasama lewat program-program beasiswa, penelitian atau riset yang bisa dikerjasamakan oleh kedua negara. Khususnya lewat bermacam program beasiswa, Mervin melanjutkan, Belanda akan terus mengundang para pelajar terbaik Indonesia untuk menimba ilmu di negara itu.

M Latief/KOMPAS.com Direktur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker, dalam sambutan pembukaan StuNed Day 2015 di KBRI Den Haag, Belanda, Sabtu (7/3/2015), mengatakan bahwa secara keseluruhan kerjasama pendidikan antara Pemerintah Indonesia dan Belanda berjalan sangat baik.
"Saya rasa kata kompetitif akan menjadi kata kunci bagi anak-anak Indonesia ke depan untuk memimpin. Di situlah kami ingin ikut mewujudkannya dengan membuka terus peluang studi bagi mereka," kata Mervin.

"Study abroad adalah kesempatan unik tersendiri bagi anak-anak Indonesia. Tidak hanya ke Belanda sebetulnya, tapi ke negara lainnya. Pengalaman menggali ilmu pengetahuan dalam skala internasional akan membuka wawasan mereka, menumbuhkan softskill, serta networking mereka ke seluruh dunia," tambahnya.

Koordinator Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, Indy Hardono, menambahkan bahwa pelaksanaan
StuNed Day merupakan tradisi para pelajar Indonesia sejak 10 tahun lalu. Acara tersebut bukan sekadar ajang kumpul, melainkan juga forum diskusi menarik seputar permasalahan-permasalahan aktual di Indonesia dan selama studi di Belanda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Antusiasme anak-anak datang ke acara ini cukup membanggakan, bahkan dari kota-kota yang jauh seperti Tilberg, Maastricht atau Groningen juga hadir di sini. Kegiatan ini memang harus dimanfaatkan para pelajar, terutama karena mereka akan menjadi bagian dari alumni Belanda yang akan memberikan infomasi sebanyak mungkin seputar kegiatan para alumni," ujar Indy.

Baca juga: Serius... Jangan "Memble" Kuliah di Negeri Orang!

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X