Kompas.com - 04/04/2015, 16:00 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan pada Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2015, Minggu (29/3/2015). Pendidikan harus menjadi suatu gerakan perubahan untuk bangsa.
Dok Kemdikbud/PIHMenteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan pada Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2015, Minggu (29/3/2015). Pendidikan harus menjadi suatu gerakan perubahan untuk bangsa.
|
EditorLatief
DEPOK, KOMPAS.com - Ujian Nasional (UN) setiap tahun selalu menuai kritikan dari berbagai elemen masyarakat. Berbagai standar nilai kelulusan selalu berubah setiap tahunnya. Apa tujuan UN sebenarnya? Apakah memang untuk menjadi indikator kelulusan seratus persen bagi siswa?

Mulai tahun ini akan ada yang berbeda dari pelaksanaan UN. Seratus persen berbeda, karena UN tak lagi menjadi ujian kelulusan siswa.

Disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan pada Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2015 di Depok, Minggu (30/03/2015), mulai tahun ini kelulusan seratus persen ditentukan oleh sekolah. Faktor penilaian utama ada pada seluruh mata pelajaran termasuk perilaku siswa selama di sekolah.

"Oleh karena itu siswa jangan menjadikan UN sebagai beban dalam proses pendidikan," ujar Mendikbud.

Selain itu, Mendikbud juga memberikan pemahaman kembali bahwa UN bukan lagi menjadi syarat kelulusan utama bagi siswa. Hasil UN akan digunakan oleh siswa untuk mendaftar melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya, baik itu ke sekolah SMA dan SMK, atau ke Perguruan Tinggi Negeri (Baca: Jangan Takut Lagi dengan Ujian Nasional!).

Hal tersebut berdampak positif bagi UN yang selama ini menuai banyak kritikan. Dengan begitu para siswa akan berperilaku positif dalam menghadapi UN dan mewujudkan keinginan mendapatkan nilai tinggi serta kembali berprestasi dengan jujur.

"Dengan mendapatkan nilai yang tinggi itu akan membantu mereka mendapatkan sekolah yang lebih baik sehingga dapat menanamkan pola perilaku positif," kata Mendikbud.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mendikbud juga berharap, dengan menjadikan UN bukan lagi sebagai syarat kelulusan utama, maka ke depan siswa bisa mengikuti UN dengan rasa kejujuran dan semangat mendapatkan prestasi yang baik.

"Jangan lakukan kecurangan-kecurangan yang selama ini banyak dikabarkan. Lakukan dengan jujur, dan raihlah prestasi yang baik," ujar Mendikbud.

Baca juga: Ujian Nasional Bukan Sekedar Angka Kelulusan..Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.