Kompas.com - 22/06/2015, 17:17 WIB
Menyiapkan SDM harus menjadi prioritas Adhis AnggianyMenyiapkan SDM harus menjadi prioritas
|
EditorLatief

Jika sudah tahu tujuannya, Anda lebih mudah memposisikan diri di hadapan para stakeholder, mulai dari cara berbicara, tingkah laku, sampai gaya berpakaian.

Komunikasikan

Setiap jalur komunikasi, langsung maupun tidak langsung, harus saling melengkapi dan konsisten. Kini tanpa sadar, apa yang ditulis dan disebarkan di media sosial menjadi cerminan diri. Jadi berhati-hatilah!

Amalia mengatakan, pada dasarnya kekuatan brand seseorang harus dipupuk jauh-jauh hari.
Kekuatan itu tidak hadir secara tiba-tiba.

Dia mencontohkan kasus Ahok, sapaan hangat Gubernur DKI Jakarta, saat dia diterjang pemberitaan negatif. Ketika itu, banyak orang membela Ahok. Bahkan, hashtag "saveAhok" marak digunakan di media sosial.

"Karena Ahok Dari awal sudah membina 'crowd'-nya. Ketika muncul cobaan brand seperti itu, banyak brand guardian membela dia," kata Amelia.

Lakukan evaluasi

Saat sudah berjalan cukup jauh, jangan lupa melihat ke belakang. Sudah sampai di mana kah Anda? Apakah sudah dekat dengan cita-cita awal atau malah menjauh?

Ulang dari awal

Jika diperlukan, Anda bisa merancang ulang cita-cita. Tentu saja hal ini harus dipikirkan secara matang karena membangun citra diri memerlukan proses panjang.

Menutup ceramahnya, Amalia mengingatkan bahwa personal branding adalah sebuah seni membangun persepsi orang-orang yang kita pilih dari waktu ke waktu. Citra diri kuat dapat membentuk pribadi cemerlang.

"Cemerlang itu tidak sama dengan sempurna, ya. Jadi tidak apa-apa jika seorang yang supel untuk marah. Tapi ingat, jangan sampai marahnya terlalu sering sehingga malah jadi pemarah," katanya. 

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X