Kompas.com - 10/09/2015, 10:29 WIB
Para peserta pelatihan di TLC sedang memeragakan pentingnya menjaga keselamatan di lingkungan pabrik saat bekerja DOK. TMMINPara peserta pelatihan di TLC sedang memeragakan pentingnya menjaga keselamatan di lingkungan pabrik saat bekerja
|
EditorLatief

Kerja sama semua pihak

"Untuk itu, (pemerintah) perlu bersinergi dengan lembaga pelatihan tenaga kerja swasta yang jumlahnya sekitar 8.000," ujar Chairul Anwar, Direktur Jenderal Pembinaan dan Pelatihan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan.

Lembaga-lembaga ini terdiri dari perusahaan swasta atau lembaga swadaya masyarakat yang peduli terhadap kompetensi tenaga kerja. Contohnya, pelatihan berbasis otomotif oleh produsen kendaraan roda dua Yamaha dan roda empat PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Yamaha memberikan pelatihan gratis bagi lulusan SMK lewat Yamaha Engineering School (YES) yang ada di beberapa kota besar Indonesia.

Dalam program ini, peserta akan diberikan pelatihan selama 3,5 bulan. Fasilitasnya pun cukup lengkap, mulai dari seragam, buku, sampai laboratorium dan instruktur berpengalaman.

Sementara itu, Lembaga Pelatihan Kerja TMMIN di Karawang, menawarkan dua program berbeda. Pertama, program pelatihan selama dua minggu bagi siswa SMK sekitar. Kedua, pelatihan sekaligus pemagangan selama tiga bulan bagi lulusan SMK yang ingin meningkatkan daya saing saat melamar kerja. Untuk program ini, TMMIN tetap berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan BLK setempat.

Dalam sistem pelatihannya, LPK TMMIN memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Toyota Learning Center (TLC). Salah satunya adalah simulasi mini production line. Dengan fasilitas ini, peserta dapat merasakan langsung aktivitas produksi layaknya di pabrik sungguhan.

"Dengan adanya pelatihan dasar industri ini, selain menambah pengetahuan mengenai industri otomotif, para siswa juga jadi lebih percaya diri untuk bersaing di dunia kerja ke depannya," kata Chaerudin, Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Karawang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama ini, beberapa SMK di Karawang memang sudah rutin mengikuti pelatihan di LPK TMMIN. Dalam praktiknya, setidaknya ada empat batch setiap tahun. Masing-masing terdiri dari 20 siswa.

Mengamini hal itu, Direktur Administrasi TMMIN Bob Azam mengatakan, SDM lulusan SMK di Indonesia sebenarnya memiliki potensi sangat besar untuk menjadi salah satu penentu keberhasilan dan daya saing industri dalam negeri. Walau begitu, ia menyatakan masih terdapat gap antara keterampilan mereka dan kebutuhan industri.

"Jadi, sangat penting bagi sektor industri untuk mulai menggalakkan program link and match agar potensi SDM lulusan SMK bisa diperkuat," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.