Kompas.com - 14/01/2016, 07:37 WIB
Banyak pelajar Indonesia menemui kesulitan dan tidak dapat menjawab dengan tepat dan artikulatif tentang motivasi mereka meneruskan studi di luar negeri dan mengambil bidang studi pilihannya. Dok Nuffic Neso IndonesiaBanyak pelajar Indonesia menemui kesulitan dan tidak dapat menjawab dengan tepat dan artikulatif tentang motivasi mereka meneruskan studi di luar negeri dan mengambil bidang studi pilihannya.
Penulis Latief
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Banyak pemburu beasiswa mengira bahwa dengan berbekal IPK tinggi dari universitas terkenal dan nilai bahasa Inggris tinggi, mereka secara otomatis mudah melanjutkan studi atau meraih beasiswa di luar negeri. Mereka lupa, ada beratus-ratus, bahkan beribu pelamar lain memiliki IPK di atas 3 atau nilai IELTS di atas 6.5.

"Nilai dan angka tersebut hanyalah persyaratan minimal. Itu semua hanya knock out of criteria," kata Indy Hardono, Koordinator Tim Beasiswa pada Netherlands Education Support Office (NESO) di Jakarta, Rabu (13/1/2016).

Agar dapat terpilih, menurut Indy, harus ada faktor lain yang membuat Anda sebagai kandidat mampu mengungguli pelamar atau kandidat lainnya. Faktor itu harus bisa membedakan Anda dengan pelamar lain.

"Apa itu yang berbeda, motivasi. Lembaga pemberi beasiswa memang mencari kandidat yang punya motivasi kuat dan tujuan studi yang jelas. Mereka mencari kandidat dengan self awareness tinggi terhadap kekuatan dan kelebihannya. Juga, terhadap potensi dan passion yang dimilikinya," kata Indy.

Sebutlah, Indy mencontohkan, Anda seorang lulusan perguruan tinggi negeri (PTN) terkenal dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,8. Dengan modal itu, Anda ingin melanjutkan studi ke jenjang S-2 di bidang food technology di Wageningen University, sebuah universitas pertanian terbaik di dunia yang berada di Belanda.

"Saat diminta menjelaskan mengapa Anda melamar program tersebut, kira-kira apa jawaban Anda. Jika jawabannya ingin memperdalam ilmu yang telah didapatkan di Indonesia atau ingin meraih karir lebih baik di bidang tersebut, maka bersiaplah Anda bersaing dengan ratusan mahasiswa lain untuk bisa studi di kampus itu," kata Indy.

Indy mengakui, banyak pelajar Indonesia yang menemui kesulitan dan tidak dapat menjawab dengan tepat dan artikulatif tentang motivasi mereka melanjutkan studi di luar negeri dan mengambil bidang studi tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Biasanya jawabannya standar, bahkan kelewat sederhana. Misalnya, saya ingin memperdalam ilmu yang didapat saat kuliah S-1. Atau, saya ingin memperluas wawasan saya, atau ingin mendapat pengalaman internasional," kata Indy.

M LATIEF/KOMPAS.com Organisasi pemberi beasiswa manapun mendapat mandat sama dari pendonor masing-masing, yaitu mencari kandidat terbaik, yang worth investing. Untuk itulah, Anda harus menjadi kandidat yang benar-benar diperhitungkan itu.
Surat motivasi

Tahun ini ' Holland Scholarship Day' digelar Sejak pukul 09.30 pagi pada Sabtu, (16/1/2016), di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta. Selain berbagai kegiatan presentasi beasiswa antara lain StuNed, Orange Tulip Scholarship, Netherlands Fellowship Programme, dan lainnya, acara paling penting hari itu adalah sesi presentasi "How to Write Motivation Letter".

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.