Kompas.com - 06/06/2016, 14:03 WIB
Welcoming Sesion para penerima beasiswa StuNed di Jakarta, Sabtu, 4 Juni 2016. KOMPAS.com/SRI NOVIYANTIWelcoming Sesion para penerima beasiswa StuNed di Jakarta, Sabtu, 4 Juni 2016.
|
EditorLatief

Kini, beberapa persiapan keberangatan sedang disiapkannya. Selain keperluan administrasi, Reza cukup percaya diri kalau ia siap belajar di Belanda.

"Waktu kerja di Singapura, saya berinteraksi dan diskusi dengan banyak orang yang latar belakangnya macam-macam. Mereka datang dari banyak negara. Itu yang saya jadikan bekal," ujar Reza.

Berbeda dengan penerima beasiswa lainnya, Riski Gusri Utami (23) yang mengambil jurusan Plant Bio Technology di Wageningen University. Persiapan dilakukannya secara autotodidak.

"Saya ingat waktu itu termotivasi kuliah di luar negeri karena teman-teman kuliah banyak yang berencana seperti itu, tetapi bekal bahasa Inggris saja tidak ada," ujar perempuan asal Payakumbuh, Sumatera Barat, ini.

Sebelumnya, Ami, begitu biasa disapa, tertarik dengan pendidikan luar negeri, karena jurusan kuliah yang ingin didalaminya tidak tersedia di Indonesia. Untuk itu, skill bahasa Inggris yang selama ini menjadi kendala segera dia atasi.

Ami mulai mengambil kursus bahasa inggris tingkat dasar di Pare, Kediri selama dua bulan. Setelah itu, dia ikuti dan belajar IELTS secara autodidak.

"Kalau belajar sendiri saya rasa lebih efektif karena kita sendiri yang tahu (diri kita) mampu sejauh apa. Kurang lebih saya melakukan persiapan selama satu tahun sebelum apply pada kampus di Belanda dan mengajukan beasiswa," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ami sendiri mengaku, ia tak banyak mendapat bimbingan dari keluarga. Orangtuanya bahkan tak berkesempatan menikmati bangku kuliah.

Maka dari itu, diskusi mengenai persiapan kuliah ke luar negeri dan beasiswa dicarinya dari blog internet dan senior-senior kampus, berkenalan saat berorganisasi di universitas dahulu. Tak disangka, apa yang dipelajari dan dipersiapkan membuahkan hasil.

"Kami berhasil memilih yang terbaik sebagai penerima beasiswa. Kami percaya dengan melanjutkan studi di Belanda, penerima beasiswa akan memperluas sekaligus mengembangkan kapasitasnya yang bisa dijadikan modal untuk menjadi pemimpin masa depan," tanggap Mervin.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.