Gawat... Indonesia Kekurangan Tenaga Kerja Level Manajerial

Kompas.com - 13/02/2017, 07:15 WIB
Aktivitas mahasiswa di laboratorium Indonesia International Institute for Life Science (i3L) International Institute for Life Science (i3L)Aktivitas mahasiswa di laboratorium Indonesia International Institute for Life Science (i3L)
|
EditorPalupi Annisa Auliani

Meski demikian, optimisme terkait potensi tenaga kerja Indonesia tetap ada, termasuk untuk industri berbasis sains. Salah satunya datang dari Head of Master in Bio-Management International Institute for Life Science (i3L) Christina Gomez.

Menurut Gomez, yang diperlukan sekarang adalah cara untuk mengembangkan potensi ini sehingga memenuhi kebutuhan industri.

“Industri berbasis sains di dalam negeri sedang berkembang. (Pemerintah) Indonesia dan warga negaranya harus membantu industri itu terus tumbuh,” ujar Gomez, kepada Kompas.com, Senin(16/1/2017).


Kampus i3L, papar Gomez, menggelar pendidikan berbasis ilmu pengetahuan dengan kurikulum internasional yang juga memadukan sains dan bisnis. Kehadirannya merupakan jawaban atas kebutuhan tenaga ahli, terutama di level manajerial, untuk industri life sciences.

Pembukaan program Master Bio-Management, sebut Gomez, merupakan salah satu cara yang i3L tempuh untuk tujuan tersebut. Di sini, mahasiswa tak semata disiapkan menjadi tenaga ahli siap pakai, ujar dia, tetapi sekaligus menjadi peneliti atau ilmuwan yang cakap berbisnis.

Lewat program master tersebut, lanjut Gomez, para mahasiswa bisa mengetahui gambaran utuh tentang alur kerja di perusahaan berbasis sains. Mereka akan fokus belajar banyak bidang, mulai dari marketing, riset dan pengembangan, keuangan, strategi bisnis, personalia, hingga hukum.

“Semua bidang itu harus dikuasai oleh seorang manajer di perusahaan berbasis sains,” ungkap Gomez.

Nah, dengan begitu mahasiswa sudah punya kompetensi mumpuni untuk bekerja di level manajerial di perusahaan berbasis ilmu pengetahuan. Prediksi Indonesia pada 2020 akan kekurangan tenaga kerja di jenjang tersebut pun seharunya bisa ditanggulangi lewat institusi pendidikan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X