Bundo Kanduang, Inilah Perempuan Sejati Indonesia...

Kompas.com - 22/12/2017, 13:29 WIB
Peserta Tour de Singkarak (TdS) 2014 disambut dengan tarian khas Minang sebelum memasuki Istano Basa Pagaruyung, di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (9/6/2014).SENDY ADITYA SAPUTRA Peserta Tour de Singkarak (TdS) 2014 disambut dengan tarian khas Minang sebelum memasuki Istano Basa Pagaruyung, di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (9/6/2014).

KOMPAS.com - Ibu Pertiwi, bundo kanduang, bukanlah istilah yang terbit begitu saja tanpa sebab atau latar belakangnya. Beratus seminar, beribu jurnal akademis, artikel popular serta buku ditulis tentang pentingnya pemberdayaan perempuan, tentang persamaan hak perempuan dan jargon-jargon sejenis.

Kita bahkan getol mendengarkan pendapat para ahli dari barat tentang konsep perempuan ideal dan menelannya bulat-bulat, karena seakan itulah rujukan paling sahih.

Sejatinya, setiap perempuan adalah seorang bundo kanduang. Ia memiliki dan ditempatkan di posisi mulia dan tinggi sejak ribuan tahun lalu.

Itu sudah terjadi, jauh sebelum ada kongres perempuan Indonesia pada 1928, sebelum ada studi khusus tentang kajian jender, dan sebelum negeri ini memilki kementrian khusus perempuan.

Sang Ibu Sejati

Di dalam tatanan masyarakat Minangkabau dikenal istilah Bundo Kanduang. Bundo adalah ibu, emak, mamak, mama, bunda. Kanduang adalah sejati. Ya, ibu sejati.

Sebuah gurindam indah Minangkabau menggambarkan posisi, peran dan fungsi perempuan secara elok dan holistik.

"Limpapeh rumah nan gadang. Amban puruak pegangan kunci. Amban puruak aluang bunian. Pusek Jalo kumpulan tali. Hiasan dalam nagari

Bundo Kanduang adalah limpapeh rumah gadang atau penyangga rumah gadang. Rumah gadang, rumah keluarga. Perempuan adalah tiang penyangga suatu rumah.

Maka, perempuan memegang posisi sentral dan strategis dalam keluarga dan masyarakat. Ia adalah kunci penyelesaian semua masalah keluarga, manajer, problem shooter (amban puruak; pegangan kunci, amban puruak aluang bunian).

Perempuan adalah pemersatu dan penyelaras segala perbedaan (pusek jalo kumpulan tali). Perempuan adalah penjaga adat, nilai dan peradaban (hiasan dalam nagari )

Bundo kanduang "zaman now"

Setiap perempuan adalah padusi. Ia lebih liat dan tangguh dari laki-laki.

Halaman:


EditorLatief

Terkini Lainnya

Fakta Penangkapan Pria dalam Video Hoaks 'Server KPU Diatur'

Fakta Penangkapan Pria dalam Video Hoaks "Server KPU Diatur"

Nasional
Viral Video Tabrakan Beruntun Bus dengan Truk Tangki di Padang

Viral Video Tabrakan Beruntun Bus dengan Truk Tangki di Padang

Regional
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung MK Saat Sidang Hari Ini

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung MK Saat Sidang Hari Ini

Megapolitan
Mulai Banyak Dilirik, 4 Kampus Ini Buka Prodi Kekinian “Big Data”

Mulai Banyak Dilirik, 4 Kampus Ini Buka Prodi Kekinian “Big Data”

Edukasi
LTMPT: Penerimaan Jalur SBMPTN 2019 Tergantung 6 Hal Ini

LTMPT: Penerimaan Jalur SBMPTN 2019 Tergantung 6 Hal Ini

Edukasi
Titik Terang Penyebab Korban Tewas Saat Kerusuhan 21-22 Mei...

Titik Terang Penyebab Korban Tewas Saat Kerusuhan 21-22 Mei...

Nasional
Ini Identitas 3 Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 yang Baru Ditemukan

Ini Identitas 3 Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 yang Baru Ditemukan

Regional
Keluarga Korban Kerusuhan 21-22 Mei Mohon Perlindungan ke LPSK

Keluarga Korban Kerusuhan 21-22 Mei Mohon Perlindungan ke LPSK

Megapolitan
Penembakan di Perayaan Juara Klub NBA Toronto Raptors, 2 Orang Terluka

Penembakan di Perayaan Juara Klub NBA Toronto Raptors, 2 Orang Terluka

Internasional
Bukti Pamungkas Prabowo-Sandi, Akankah Mengubah Hasil Pemilu?

Bukti Pamungkas Prabowo-Sandi, Akankah Mengubah Hasil Pemilu?

Nasional
Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

Nasional
Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

Megapolitan
Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

Regional
Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

Nasional
Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

Megapolitan

Close Ads X