Pendidikan Tinggi Harus Tekankan Pengembangan Keterampilan Anak Didik - Kompas.com

Pendidikan Tinggi Harus Tekankan Pengembangan Keterampilan Anak Didik

Kompas.com - 26/12/2017, 22:24 WIB
Walau jumlah riset di Indonesia cukup jauh tertinggal, perlu diapresiasi bahwa angkanya terus naik dari tahun ke tahun.WWW.SHUTTERSTOCK.COM Walau jumlah riset di Indonesia cukup jauh tertinggal, perlu diapresiasi bahwa angkanya terus naik dari tahun ke tahun.

JAKARTA, KOMPAS.com - Program akademik di perguruan tinggi yang menanamkan kultur akademik internasional sudah semestinya menancapkan pilar-pilar yang membawa institusi pendidikan tinggi itu mencapai kemajuan yang berkelanjutan untuk mencapai kesuksesan anak-anak didiknya.

Pilar-pilar tersebut meliputi program akademik yang menekankan keterampilan praktik; memperkuat kemitraan luas dengan universitas dan industri secara global; merancang pendidikan trans-negara dengan pengalaman multikultural, serta pertumbuhan dan ekspansi global.

" Perguruan tinggi harus memberi penekanan pada pengembangan keterampilan anak didiknya, merancang program-program yang dibutuhkan anak didik di masa depan, serta kemitraan dengan dunia industri, serta harus menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk mendapatkan keterampilan yang siap pakai untuk memenuhi kebutuhan industri yang terus meningkat," kata Dr R Theyvendran, Sekretaris Jenderal The Management Development Institute of Singapore (MDIS), Selasa (26/12/2017), terkait penghargaan 'Enterprise 50' yang diterima MDIS.

MDIS merupakan satu-satunya institusi pendidikan swasta yang mendapat penghargaan tersebut. Institusi pendidikan tinggi tersebut memperolah peringkat keempat dalam penghargaan itu, yang pada 2015 lalu masih di posisi ke-19.

MDIS meraih penghargaan itu pada Sabtu (17/12/2017) pekan lalu. Sebelumnya, November lalu, lembaga pelatihan MDIS, yaitu Management Development & Consultancy (MDC), juga mendapat penghargaan Penyedia Pelatihan IT Terbaik pada ajang ''HR Vendors of the Year 2017' di Singapura.

"Satu hal yang kami upayakan adalah berkontribusi pada pengembangan ekonomi di Singapura dan internasional. Untuk itu, kami ingin selalu tegaskan bahwa bisnis, proses akademik, serta fokus kami terhadap edupreneurial atau konsep wirausaha dalam proses pembelajaran sudah di jalur yang benar," kata Theyvendran.

Saat ini, dengan lebih dari 12.000 mahasiswa di kampusnya di Singapura, Malaysia, India dan Uzbeistan, lanjut Theyvendran, kemitraan dengan dunia industri harus diperkuat lewat penekanan pendidikan keterampilan yang siap-pakai untuk memenuhi kebutuhan industri.

Dia menambahkan, dalam agenda global pendidikan tinggi, segala inovasi berbasis kemitraan dengan industri harus mendapat perhatian khusus. Theyvendran menyoroti betapa pentingnya dampak ekonomis terhadap masyarakat dari inovasi hasil kolaborasi perguruan tinggi dan industri.

"Kerjasama dengan industri itu misalnya bisa dimulai dari pembuatan kurikulum yang juga melibatkan industri, pengajarnya ada dari perwakilan industri, kesiapan industri untuk menerima magang, dan banyak lagi," ucapnya.


EditorLatief
Komentar

Terkini Lainnya

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Internasional
Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Regional
Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Internasional
Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Nasional
Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Internasional
Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Internasional
Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Nasional
Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Regional
Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Regional
Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Nasional
Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Regional
Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Internasional
Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Internasional
Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Regional
Close Ads X