Waspada, Ada Narkoba untuk 'Semangat' Belajar - Kompas.com

Waspada, Ada Narkoba untuk 'Semangat' Belajar

Kompas.com - 16/05/2018, 10:03 WIB
Gerakan anti narkoba di lingkungan kampus Binus bekerjasama dengan BNN (15/5/2018)Dok. Kompas.com Gerakan anti narkoba di lingkungan kampus Binus bekerjasama dengan BNN (15/5/2018)

KOMPAS.com - Universitas Bina Nusantara (Binus) dan Badan Narkotika Nasional menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk melakukan gerakan anti narkotika dan obat/bahan berbahaya ( narkoba) di kampus Binus, Kebon Jeruk, Jakarta (15/5/2018).

"Saat ini ada 71 jenis narkoba yang beredar dan 6 jenis baru yang belum masuk dalam perundangan," jelas Ketua BNN Heru Winarko.

Menurutnya, kini sudah tidak ada lagi wilayah yang bebas dari ancaman narkoba. Tidak hanya lingkungan kampus dan SMA, kini bahaya narkoba telah mengancam hingga tingkat SMP dan SD.

Dalam pemaparannya kepada para mahasiswa dan siswa SMA Binus, Heru menyampaikan agar para mahasiswa dan siswa waspada terhadap narkoba yang kini hadir dalam berbagai bentuk mulai dari makanan hingga minuman.

"Ada narkoba yang ditawarkan dalam bentuk minuman yang dijanjikan agar semangat belajar. Tadinya belajar hanya kuat 3 jam kini bisa kuat sampai tidak tidur," jelasnya.

Baca juga: Binus Peringkat Pertama Perguruan Tinggi Swasta Versi QS Asia

Efek narkoba yang perlu diwaspadai ada 3 macam, jelasnya. Ada yang berdampak depresan (membuat tenang), stimulan (membuat semangat) dan halusinogen (membuat berhalusinasi). 

"Binus memiliki komitmen untuk memerangi 3 hal: korupsi, terorisme atau radikalisme dan juga narkoba," kata Bernard Gunawan, CEO Binus dalam kesempatan tersebut. 

Penandatanganan MoU ini menjadi salah satu bukti komitmen Binus dalam memerangi narkoba di lingkungan pendidikan Binus," tambah Johan Yang, wakil rektor bidang kemahasiswaan universitas Binus

Berbagai program telah dijalankan Binus sejak lama dalam memerangi narkoba. Diantaranya dengan mengadakan melakukan tes acak pemeriksaan urin secara rutin di kampus Binus bekerjasama dengan pihak BNN.

"Tidak ada kata ampun bagi mahasiswa Binus yang terbukti menjadi pengedar atau bandar narkoba. Sanksi tegas yang akan diberikan adalah diberhentikan secara tidak hormat dari proses perkuliahan," tegas Johan.

Pencanangan gerakan anti narkoba ini selain dihadiri oleh mahasiswa Binus juga melibatkan unit pendidikan Binus yang lain seperti SMA Binus Jakarta, Bekasi dan Serpong.


Komentar

Terkini Lainnya

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Megapolitan
Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Megapolitan
Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Nasional
Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Edukasi
Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Megapolitan
Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Internasional
Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Edukasi
Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Megapolitan
Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Nasional
Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Megapolitan
Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

Internasional
Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

Megapolitan
Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Nasional
Close Ads X