Nila Tanzil dan Kisahnya Bangun Taman Baca di Indonesia Timur - Kompas.com

Nila Tanzil dan Kisahnya Bangun Taman Baca di Indonesia Timur

Kompas.com - 17/05/2018, 10:32 WIB
Pendiri Taman Baca Pelangi, Nila Tanzil. Hingga kini, sudah berdiri 82 taman baca di penjuru Indonesia timur.Dok. Nila Tanzil Pendiri Taman Baca Pelangi, Nila Tanzil. Hingga kini, sudah berdiri 82 taman baca di penjuru Indonesia timur.

KOMPAS.com - Kegemaran membaca membuat Nila Tanzil mewujudkan mimpinya: membangun taman baca di Indonesia bagian timur.

Nila Tanzil (42) adalah pendiri Taman Baca Pelangi (TBP) yang tersebar di Indonesia Timur. Hingga kini, sudah berdiri sebanyak 81 taman baca.

Kepada Kompas.com, Nila mengisahkan perjuangannya dalam merealisasikan impiannya.

Ia mengatakan, melalui TBP, ada harapan besar akan tumbuh minat baca anak, kebiasaan membaca, dan menyediakan akses buku bacaan berkualitas untuk anak-anak di daerah terpencil di Indonesia bagian timur.

"Sekolah-sekolah tidak punya perpustakaan. Akses buku bacaan sama sekali tidak ada. Akhirnya saya berpikir untuk menyediakan akses buku untuk mereka, supaya mereka jadi suka membaca. Karena saya ingat masa kecil saya itu selalu baca buku tiap pulang sekolah," kata Nila, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Mereka yang Menyebar Buku hingga ke Pelosok Negeri...

Mengapa Indonesia timur?

Menurut dia, di Indonesia timur, akses buku berkualitas bagi anak sangat terbatas. Semangat membaca yang tinggi menjadi tidak berarti jika tidak ada buku yang dibaca.

Pendiri Taman Baca Pelangi, Nila TanzilDok. pribadi Pendiri Taman Baca Pelangi, Nila Tanzil
Ide mendirikan TBP berawal saat ia mengunjungi sebuah desa kecil dan menemukan kesederhanaan hidup masyarakat di Flores.

Dan, TBP pertama pun berdiri pada November 2009 di Flores.

" Anak-anak di sana senang sekali. Begitu hari pertama dibuka, semua anak dateng dan pas ngeliat buku-buku yang ada di rak buku, mata mereka langsung berbinar-binar," ujar wanita lulusan Master of Arts in European Communication Studies dari Universiteit van Amsterdam, Belanda ini.

Baca juga: Dongkrak Minat Baca Lewat Komunitas Buku

Kemudian, Nila mendirikan perpustakaan Roe yang saaat itu menyediakan 200 buku cerita anak.

Saat ini, dengan bantuan dari pada donor dan relawan, perpustakaan Roe memiliki lebih dari 2.000 buku.

Bertahun berjalan, kini telah berdiri 82 perpustakaan yang tersebar di 15 pulau di Indonesia timur, antara lain Flores (Pulau Rinca, Pulau Messah, Pulau Komodo, dan pulau-pulau kecil sekitarnya), Sulawesi, Lombok, Sumbawa, Timor, Alor, Banda Neira (Kepulauan Banda, Maluku), Bacan (Halmahera Selatan), dan Papua.

"Kurang lebih ada 1.250-3.000 buku cerita anak di masing-masing perpustakaan. TBP tidak hanya mendirikan perpustakaan ramah anak, namun juga memberikan pelatihan kepada para kepsek, guru, dan pustakawan tentang sistem pengelolaan perpustakaan dan program perpustakaan yang mampu menumbuhkan minat baca anak," ujar Nila.

Buku cerita anak

Semua buku yang ada di perpustakaan adalah buku cerita anak yang berkualitas untuk usia 5-13 tahun.

Tidak ada buku pelajaran.

"Untuk menumbuhkan minat baca anak harus distimulasi dengan berbagai cara, salah satunya dengan penyediaan buku bacaan yang sesuai menarik, banyak gambar, warna dan ilustrasinya," kata dia.

Taman Bacaan PelangiDok. Taman Bacaan Pelangi Taman Bacaan Pelangi
TBP juga melakukan advokasi ke kepala dinas pendidikan masing-masing kabupaten untuk mata pelajaran "Ke Perpustakaan". 

Setiap sekolah yang memiliki perpustakaan TBP, ada mata pelajaran "Ke Perpustakaan" selama satu jam per kelas setiap minggunya.

Saat mata pelajaran ini, semua anak berada di perpustakaan dan guru kelas mengadakan beragam kegiatan membaca.

Baca juga: Sudahkah Membaca Buku Hari Ini?

Misalnya, membaca lantang, membaca berpasangan, dan lain-lain.

Melalui Taman Bacaan Pelangi, Nila berharap, semua anak di Indonesia mendapatkan akses buku bacaan yang berkualitas.  

"Mereka adalah anak-anal Indonesia yang memiliki hak yang sama, termasuk hak mendapatkan pendidikan yang berkualitas, termasuk akses buku," kata Nila.

Kompas TV Yuk ikutan ngobrol dengan Frances Caitlin Tirtaguna.


Komentar

Terkini Lainnya

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Megapolitan
Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Megapolitan
Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Nasional
Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Edukasi
Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Megapolitan
Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Internasional
Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Edukasi
Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Megapolitan
Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Nasional
Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Megapolitan
Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

Internasional
Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

Megapolitan
Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Nasional
Close Ads X