Kompas.com - 18/05/2018, 19:31 WIB

KOMPAS.com - Sudah menjadi hal biasa saat ini orangtua memberikan fasilitas gadget  atau gawai kepada anak remaja. 

Sayangnya orangtua sekadar memberikan fasilitas begitu saja, entah karena alasan kasihan, gengsi, atau alasan yang masuk karena melihat gawai kini telah menjadi kebutuhan.

Hal ini dapat menjadi keputusan yang 'menjerumuskan' bila orangtua memberikan gawai tanpa adanya proses pembelajaran untuk anak.

Dikutip dari laman mediatechparenting.com, seolah orangtua menutup mata mengetahui banyak remaja telah salah dalam mengggunakan perangkat tersebut.

Kebiasaan yang berbahaya yang kerap dilakukan remaja dengan gawai diantaranya sibuk bermain gawai hingga melupakan waktu belajar, mengakses situs pornografi, atau mengobrol melalui jejaring sosial dengan kata-kata yang kurang pantas.

Di mana tempat yang nyaman untuk mengakses pornografi?

Di kamar mereka. Biasanya ketika suasana rumah sedang sepi atau di malam hari menjelang tidur. Selain di kamar, anak juga bisa mengakses pornografi di toilet.

Solusinya?

Baca juga: UGM: Medsos Bisa Jadi Pemicu Depresi Remaja

Orangtua perlu mengajak anak untuk tetap berinteraksi dengan banyak orang secara langsung. Jangan biarkan anak suka menyendiri dalam kamar atau berlama-lama di toilet.

Mediatechparenting memberikan beberapa contoh kesepakatan ketika orangtua hendak memberikan fasilitas gawai pada anak.

Perjanjian tersebut sangat positif untuk anak dan sangat inspiratif untuk orangtua terapkan bagi anak-anak.

Berikut contoh daftar kesepakatan orangtua kepada anak sebelum memberikan fasilitas gawai:

1. Gadget ini adalah milik orangtua. Orangtua membeli dan membayar paket datanya. Orangtua 'meminjamkan' untuk anak.

2. Karena gawai merupakan milik orangtua maka orangtua berhak mengetahui password-nya.

3. Jangan pernah mengabaikan panggilan telepon jika dilayarnya tertulis "Ibu” atau "Ayah”. 

4. Tidak boleh ada pornografi. Jika kamu memiliki pertanyaan tentang apapun terkait hal ini tanyalah ke Ibu atau ayahmu.

5. Jangan gunakan teknologi ini untuk berbohong, membodohi, atau menipu orang lain. Jangan biarkan dirimu terlibat dalam pembicaraan yang akan menyakiti orang lain. 

6. Jangan mengirim atau menerima gambar/foto dari bagian pribadi anggota tubuhmu atau orang lain. Perilaku ini sangat beresiko dan dapat menghancurkan masa muda atau masa dewasamu kelak. Dunia maya itu luas maka akan sulit sekali menghilangkan jejak dalam skala sebesar ini.

7. Jaga matamu tetap menghadap kedepan. Lihat dunia di sekelilingmu. Pandangilah jendela. Dengarkan kicauan burung. Berbicaralah dengan orang di sekitarmu. Menjelajahlah tanpa Google.

Setelah adanya kesepakatan awal, maka sesekali orangtua harus memeriksa penggunaan gawai anak. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.