Melatih Emosi, Meningkatkan Kecerdasan

Kompas.com - 22/05/2018, 21:03 WIB
Ilustrasi emosi shutterstockIlustrasi emosi

KOMPAS.com - Praktisi pendidikan Dedy Andrianto dalam menyampaikan, ”Jika emosi naik maka intelektual turun dan jika emosi turun maka intelektual naik.”

Dikutip dari laman Sahabat Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pernyataan ini memperjelas salah satu tugas utama orang tua: melatih anak untuk mampu mengendalikan emosi.

Karena emosi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan seorang anak, tambah Dedy.

Menurutnya, melatih emosi anak akan membuat mereka berprestasi sesuai bidang serta dapat meningkatkan kecerdasan.

Bila demikian halnya, latihan seperti apa yang mampu mengembangkan emosi anak?

1. Melatih Sabar

Misal dengan melatih anak untuk belajar sabar dengan terbiasa antre menunggu giliran. Hal tersebut dapat dilakukan di rumah maupun di sekolah.

Namun ini tentu tidak lepas dari peran orang tua sebagai model atau panutan. Sesungguhnya, anak tidak dapat mengantre saat orang tua terlihat tidak terbiasa mengantre. Salah satu contoh sederhana adalah mengantre ketika akan menggunakan kamar mandi di rumah.

Baca juga: Kunci Keberhasilan: Tekad

2. Melatih peduli dan berbagi

Anak juga perlu dilatih untuk memiliki sikap peduli dan senang berbagi. Anak akan memiliki kepedulian kepada sesama ketika ia hidup dalam lingkungan suka berbagi. Misal ketika bermain anak mau berbagi mainan dengan teman atau mau berbagi makanan dengan teman.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X