Lulusan Baru Wajib Miliki 8 Kemampuan Ini - Kompas.com

Lulusan Baru Wajib Miliki 8 Kemampuan Ini

Kompas.com - 21/06/2018, 10:25 WIB
Lulusan S-2 seperti apa yang dibutuhkan era digital?THINKSTOCKPHOTOS Lulusan S-2 seperti apa yang dibutuhkan era digital?

KOMPAS.com -  Lulusan baru atau fresh graduate yang akan memasuki dunia kerja pada tahun 2018 harus siap untuk memenuhi berbagai kriteria dunia kerja dari pekerjaan yang telah dipilih. 

Para lulusan baru ini juga harus dapat menunjukkan bahwa mereka memiliki keterampilan khusus yang dibutuhkan. Hal ini akan memastikan apakah mereka layak untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.

CBI (Confederation of British Industry's), Konfederasi Industri Inggris, merilis 8 keterampilan yang paling dibutuhkan oleh seluruh pekerjaan di tahun 2018 ini:

Sikap dan bakat untuk bekerja

Survei Pendidikan dan Keterampilan CBI/Pearson menemukan bahwa perusahaan berfokus pada sikap atau kepribadian dan juga potensi bakat yang memungkinkan para lulusan baru ini masih dapat berkembang di tempat kerja baru.

“Sikap dan bakat dalam bekerja” adalah faktor yang paling banyak diminta para perekrut kerja. Bahkan lebih dari separuh pengusaha menilai itu sebagai pertimbangan paling penting.

Baca juga: Jurusan dan Pekerjaan Paling Dibutuhkan 2020 

Untuk membantu mahasiswa mempersiapkan diri di tempat kerja, beberapa universitas telah memasukkan kolaborasi dengan industri ke dalam kurikulum mempersiapkan kedua hal ini.

Ini bertujuan mengembangkan kemampuan kognitif dan 'soft skill' mahasiswa, kemampuan berhubungan dalam lingkungan internasional dan multi-etnis, belajar dari pengalaman, dan mengetahui misi dan visi mereka untuk masa depan.

Salah satunya hal ini dicapai melalui program kewirausahaan atau entrepreneurship yang memperkenalkan program inovatif di mana pemikiran analitis dikombinasikan dengan sikap "saya bisa" yang akan membuat siswa selalu menjadi pembelajar.

Orientasi bisnis dan servis 

Apapun pekerjaan yang dipilih, kesadaran akan bisnis dan servis menjadi salah satu pertimbangan penting seseorang diterima bekerja.

Sekitar 40 persen perekrut tidak puas dengan keterampilan pelamar akan 2 hal ini. Sayangnya, kesenjangan antara pendidikan dan industri dapat membuat beberapa anak muda sangat tidak siap untuk pekerjaan mereka.

Program magang sebelum lulus bekerja sebenarnya dapat menjadi 'jembatan' untuk menjembatani hal ini agar mahasiswa sungguh-sungguh memiliki kesadaran bisnis dan servis atas ilmu yang telah mereka pelajari selama ini.

Kerja tim dan 'soft skill'

Soft skill adalah kemampuan pribadi yang memungkinkan para lulusan untuk berkomunikasi dan bekerja dengan baik dengan orang lain. 

Meski tidak masuk dalam penilaian akademik, hal ini sangat penting karena para lulusan harus dapat menunjukkan bahwa mereka dapat memasuki dunia kerja dan bekerja dengan rekan kerja dengan lancar.

Kebanyakan dunia usaha pada kenyataannya akan mencari indikasi atau tanda apakah para lulusan nantinya dapat bekerja secara harmonis dengan orang lain. 

Dua hal ini sering dapat menjadi penentu antara dua kandidat yang memenuhi syarat untuk sebuah pekerjaan.

Pola pembelajaran kolaboratif dalam kelas atau tugas dapat menjadi pembentukan dari soft skill dan juga kemampuan kerja tim. Mahasiswa dapat berpartisipasi belajar untuk berhubungan dengan orang lain dan mengomunikasikan ide-ide atau proyek mereka dengan lebih efektif. Mereka dihadapkan dengan masalah dan didorong untuk mencari solusi sebagai bagian dari kelompok. 

Wawasan global dan keterampilan berbahasa

Pelamar lulusan baru seringkali dilihat dunia kerja masih sangat lemah mengenai 2 hal ini.

Bahkan, 39 persen perekrut menyatakan ketidakpuasan dengan kesadaran internasional lulusan, dan 47 persen dengan kemampuan bahasa mereka.

Karena semakin global sebuah perusahaan, semakin besar tuntutan bagi lulusan baru ini untuk mengembangkan pengalaman internasional dan belajar bahasa baru sebelum mereka memasuki tempat kerja.

Dari hasil survei terhadap 80.000 mahasiswa dan pebisnis menemukan bahwa 64 persen pengusaha mengatakan bahwa siswa dengan pengalaman internasional diberi tanggung jawab profesional yang lebih besar.



Close Ads X