Ikuti 5 Tips Ini Agar Anak Tidak Rewel di Hari Pertama Sekolah - Kompas.com

Ikuti 5 Tips Ini Agar Anak Tidak Rewel di Hari Pertama Sekolah

Kompas.com - 10/07/2018, 17:04 WIB
si kecil tukang ngambek?Shutterstock si kecil tukang ngambek?

KOMPAS.com -  Tahun ajaran baru akan dimulai sebentar lagi. Banyak sekolah akan memulai tahun ajaran baru tanggal 16 Juli 2018. 

Berbeda dengan anak jenjang SMP dan SMA, maka bagi anak usia dini memasuki jenjang PAUD atau TK ( Taman Kanak-kanak) dan masuk Sekolah Dasar memerlukan persiapan ekstra.

Orangtua bukan hanya perlu menyiapkan tas, buku, dan pensil atau baju seragam tetapi juga mental dan emosi anak agar tidak merasa takut.

Berdasarkan pengalaman, tidak sedikit anak usia SD dan TK mengalami kegelisahan dan rasa ketakutan ketika memasuki awal sekolah. Anak-anak tidak berani dan tidak percaya diri.

Mereka ada yang takut dengan guru, teman baru ataupun karena kali pertama merasa jauh dari ibu. Tidak sedikit yang menjadi rewel dan menangis keras.

Kondisi demikian dapat dimaklumi. Anak masih dalam suasana adaptasi dengan lingkungan baru.

Peran keluarga dalam menumbuhkan sikap berani dan percaya diri sangat diperlukan. Jangan beranggapan bahwa anak jika sudah bersekolah, maka dengan sendirinya akan tumbuh sikap berani dan percaya dirinya.

Apalagi pada anak yang baru pertama kali memasuki bangku sekolah. Butuh waktu dan dukungan dari pihak orangtua maupun guru.

Baca juga: Menjadikan Sekolah Rumah Kedua Siswa dan Orang Tua

Forum Sahabat Keluarga dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan 5 tips yang dapat dilakukan agar pada saat awal masuk sekolah sikap berani dan percaya diri anak dapat muncul dan berkembang baik:

1. Beri Gambaran Menyenangkan

Sampaikan kepada anak bahwa sekolah adalah tempat bermain yang menyenangkan. Di dalamnya ada guru-guru dan teman-teman yang baik pula. Ceritakan suasana ini pada anak beberapa hari sebelum anak masuk sekolah. Ayah Bunda dapat juga berbincang sederhana saat pagi hendak berangkat sekolah tentang suasana sekolah yang menyenangkan.

2. Ajak ke Sekolah

Ajak anak bermain di lingkungan sekolah sebelum mereka benar-benar masuk sekolah. Terlebih bila rumah Ayah Bunda dekat dengan lingkungan sekolah. Hal ini dapat membantu anak saat anak pertama sekolah karena sudah tidak asing lagi.

3. Ciptakan Suasana Hati Riang

Upayakan anak berangkat sekolah dalam suasana hati gembira. Jika keadaan anak tidak senang, maka sikap berani dan percaya diri tidak akan timbul. Bahkan anak cenderung enggan berangkat sekolah.

Jika dalam kondisi demikian Ayah Bunda tidak boleh memaksa anak. Memaksa anak dapat menjadi kondisi sebaliknya, anak akan merasa tertekan pada akhirnya mungkin saja anak mogok enggan berangkat sekolah.

4. Mengantar Anak ke Sekolah

Mengantar ke sekolah di hari pertama merupakan kegiatan yang mempunyai dampak yang hebat pada jiwa anak. Anak merasa diperhatikan orangtuanya dan menumbuhkan semangat dalam belajar.

Komunikasikan dengan anak bahwa Ayah Bunda akan mengantar sebatas pintu gerbang saja. Jika anak belum mau ditinggal, maka tunggu sampai saat bel masuk berbunyi. Peluk anak secara lembut dan berilah reward jika sudah mampu bersikap berani dan percaya diri.

5. Jangan Terlalu Cepat Meninggalkan

Walaupun bermaksud agar anak mandiri namun jangan terlalu cepat meninggalkan mereka. Lakukan secara bertahap dan komukasikan menggunakan bahasa halus dan sederhana yang dapat dimengerti anak.

Jika anak sudah mau ditinggal, perlahan namun pasti akan timbul percaya diri. Orangtua hanya perlu memupuk dan mengembangkan pola bimbingan agar anak semakin mampu bersosialisasi dengan lingkungan.


Komentar
Close Ads X