Yohan Rubiyantoro
Penulis Sahabat Keluarga

PhD Student, School of Education, University of Nottingham, Inggris.

Menengok Kebijakan Zonasi Sekolah di Inggris...

Kompas.com - 13/07/2018, 17:22 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Saya kerap berbincang dengan Matthew, Kepala Tiverton School, tentang kebijakan pendidikan di Inggris. Ia bertutur, Departemen Pendidikan Inggris menerapkan zonasi sekolah semata-mata demi kepentingan anak.

Pertama, anak-anak akan lebih aman bersekolah dekat dengan rumah. Guru dan orangtua akan lebih mudah mengawasi mereka. Meskipun kondisi lalu lintas di Inggris sudah sangat teratur dan tertata, namun risiko keselamatan di jalan tidak dapat hilang begitu saja.

Zonasi sekolah dapat menekan risiko tersebut seminimal mungkin. Apalagi, bila kita membandingkannya dengan sengkarut lalu lintas di Jakarta.

Kedua, anak-anak lebih produktif di sekolah maupun di rumah. Sebagian besar siswa-siswi di Tiverton School bertempat tinggal maksimal hanya satu kilometer dari sekolah.

Mereka berangkat dengan bersepeda, berjalan kaki, atau menggunakan bus maupun kereta dengan rata-rata dua stasiun/halte pemberhentian. Dengan begitu, mereka tidak kecapaian di jalan dan dapat beraktivitas secara optimal di sekolah.

Sekolah di Inggris masuk pukul 09.00 dan pulang pukul 15.00. Setiap hari putra-putri saya berjalan kaki ke sekolah yang hanya berjarak 200 meter dari tempat tinggal kami di George Road, Selly Oak. Pulang sekolah, anak saya masih memiliki banyak energi untuk bermain sepeda di taman.

Ketiga, anak-anak yang bersekolah dekat rumah memiliki lebih banyak waktu berkumpul bersama orangtua mereka. Sebab, waktu mereka untuk kembali ke rumah tidak habis di jalan.

Orangtua juga memiliki peluang lebih besar untuk mengantar dan menjemput anak mereka. Momen bersama keluarga ini amat penting untuk merekatkan hubungan.

Keempat, dari sisi ekonomi, bersekolah dekat dengan rumah juga dapat menekan pengeluaran orangtua. Mereka tidak perlu mengeluarkan kocek lebih besar untuk membayar biaya transportasi.

Perburuan sekolah favorit tidak terjadi di Inggris karena kualitas sekolah di negara tersebut hampir merata. Inilah bedanya dengan Indonesia.

Kebijakan zonasi sekolah di Indonesia justru sebuah ikhtiar besar pemerintah untuk memeratakan kualitas sekolah. Sebab, tanpa disadari sistem yang telah berjalan selama ini menciptakan kesenjangan. Anak-anak yang pintar dan berprestasi hanya berkumpul di sekolah tertentu saja.

Alhasil, terjadi pula kesenjangan kualitas dan kompetensi guru antara sekolah favorit dan sekolah lain.

Ingat bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak semata-mata terletak di sekolah, namun justru berada di tangan para orangtua.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.