Kompas.com - 19/07/2018, 21:47 WIB
Talkshow Cetak Generasi, Zenius Education Berkontribusi Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia, Jakarta (19/7/2018) Dok. Zenius EducationTalkshow Cetak Generasi, Zenius Education Berkontribusi Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia, Jakarta (19/7/2018)

Mengacu pada kondisi pelajar Indonesia yang selama bertahun-tahun terbiasa dengan menghafal materi serta cenderung tidak didorong untuk bertanya, Zenius Education bertekad mengubah pola pikir pelajar Indonesia.

Siswa diajak mengerti suatu konsep ilmu ketimbang menghafal, dan sesuai dengan jiwa ilmiah itu sendiri, yaitu membangun rasa keingintahuan. 

3. Tolak ukur internasional

Menurut Sabda, ukuran capaian tingkat pendidikan formal di Indonesia bisa mengacu pada tes tiga tahunan Programme for International Student Assessment (PISA), suatu sistem ujian yang diinisiasi oleh Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD). 

Sejak mengikuti tes tersebut tahun 2010, Indonesia selalu berada di peringkat 10 terbawah dari 72 negara disurvei. Maka, bukan hal yang mengejutkan apabila hasil UN 2018 menunjukkan bahwa 63-79% siswa memiliki rerata nilai di bawah 55.

“Performa pelajar Indonesia pada tes PISA bukan satu-satunya yang mengkhawatirkan. OECD juga melakukan tes kepada populasi dewasa melalui tes PIAAC (Programme for the International Assessment of Adult Competencies), dan ternyata hasilnya mencengangkan—sarjana di Jakarta memiliki kemampuan literasi yang tidak lebih baik dari lulusan SMA seluruh negara partisipan,” terang Sabda. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

4. Pendidikan berbasis teknologi

Secara estimasi, sekitar 400-800 juta individu akan tergantikan pekerjaannya oleh automatisasi pada tahun 2030 (McKinsey, 2017).

Karenanya, tantangan pendidikan Indonesia saat ini dan masa depan adalah bagaimana mencetak generasi muda yang memahami ilmu yang diajarkan, bukan sekadar pandai mengingat informasi.

EdTech atau pendidikan berbasis teknologi dapat tampil sebagai solusi. Mau tidak mau, pendidikan di Indonesia selama ini berpegang pada text book, sudah mulai tergantikan produk-produk digital.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.