Kompas.com - 07/08/2018, 15:41 WIB

Laporan yang dihasilkan pun menjadi lebih cepat tersaji dan dapat dipercaya. Bahkan, dengan teknologi machine learning model, dapat dihasilkan rekomendasi otomatis yang dapat meningkatkan daya saing bisnis.

Hal ini membuat setiap perusahaan membutuhkan profesi Data Engineer.

Data Engineer bertugas mengambil data, mengumpulkan data, mengolah data kotor hingga dapat menghasilkan data berkualitas untuk dianalisa Data Scientist. Proses ini disebut juga dengan data preparation/data wrangling dan data cleansing.

2. Data Scientist

Setelah diolah Data Engineer, proses pengolahan data kemudian dilanjutkan Data Scientist. Data Scientist dapat diibaratkan pilot pesawat yang mengendalikan teknologi pengolahan data untuk dianalisis hingga dapat menghasilkan insight atau rekomendasi bermanfaat untuk bisnis.

Data Scientist merupakan profesional yang memiliki kompetensi di 3 bidang fundamental: yaitu statistika, bahasa pemrograman dan konteks bisnis variatif.

Data Scientist mengandalkan kemampuan menganalisa data seperti melakukan data preparation sederhana (menggabungkan sumber data, memastikan konsistensi dataset), data exploration (memilih faktor atau alogaritma berpengaruh terhadap hasil prediksi berdasarkan informasi yang ingin didapat), dan data visualisation (membuat infografis/visualisasi membantu pengambil keputusan dalam memahami data).

Untuk menjadi Data Engineer maupun Data Scientist  handal tentu dibutuhkan kemampuan spesifik dengan latar belakang pendidikan serta pengalaman praktis.

Kabar baiknya, Data Science bukan ilmu rocket science yang tidak dapat dipelajari. Bahkan, seseorang dengan tanpa latar belakang IT pun dapat mempelajarinya.

Dengan mengetahui cara memulai secara bertahap, exposure ke beragam studi kasus, dataset, pengetahuan akan penerapan algoritma, dan tools yang tepat, kita bisa menjadi seorang Data Scientist.

Keahlian menjadi seorang Data Scientist bisa didapatkan dengan bergabung di program DQLab, sebuah program belajar data science, di mana kita dapat belajar berbasiskan proyek real case scenario dan dataset yang mencerminkan kebutuhan industri.

Informasi lebih lanjut mengenai program DQLab diiniasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan PHI-Integration dapat mengunjungi link  http://www.dqlab.id/

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.