Kompas.com - 09/08/2018, 18:29 WIB
JMUN 2018 Dok. JMUNJMUN 2018

KOMPAS.com - ISAFIS (Indonesia Students Association for International Studies) bekerjasama dengan UNIC (United Nations Informations Centre) mengadakan acara Jakarta Model United Nations (JMUN) 2018, yang dibuka tanggal 9 Agustus 2018, di Universitas Pertamina (UP), Jakarta.

Memasuki tahun ke-8, JMUN 2018 mengangkat tema "Advancing Sustainable Development Through Diplomacy". "Melalui tema ini diharapkan para peserta akan dekat dengan isu-isu internasional termasuk soal pembangunan berkelanjutan," jelas Nadia Caroline, President of ISAFIS.

JMUN tahun ini diikuti oleh 120 peserta dari berbagai SMA dan universitas di antaranya: Universitas Pertamina, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, UNJ, Universitas Atma Jaya, British School Jakarta, SMA Global Sevilla Puri Indah, SMA Lentera Indonesia, SMA Cahaya Bangsa dan SMA Lentera Indonesia.

1. Mengambil model konsensus

Lebih lanjut Caroline menjelaskan, JMUN 2018 mengambil model prosedur pengambilan keputusan berdasarkan konsensus seperti yang berlaku di PBB.

"Dengan model konsensus, para peserta diharapkan akan lebih menghargai proses pengambilan keputusan melalui diplomasi. Bagaimana resolusi atau keputusan diambil dapat mengakomodasi seluruh pihak berkepentingan," kata Caroline.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Delegasi Beswan Djarum Rebut Dua Penghargaan Debat Internasional

Salah satu tantangan saat ini adalah perbedaan antara 'bahasa' anak muda dan pemerintah. Diharapkan dengan pembelajaran MUN ini, anak muda dapat belajar dalam proses menciptakan konsesus dan berdiplomasi dalam mencapai kepentingan bersama, termasuk dengan pemerintah nantinya.

2. Tantangan kaum muda 

Dalam pembukaan JMUN, digelar juag menggelar seminar menampilkan narasumber Kevin (Indonesia Berbicara), Angga (UN Youth Advisor) dan Collie Brown (Perwakilan UN).

Kevin menyampaikan, salah satu bahaya teknologi termasuk sosial media adalah kecendrungan pemakainya menjadi fanatik terhadap hal tertentu. "Dibutuhkan kecakapan literasi digital agar kaum muda dapat memperoleh informasi secara lebih berimbang dan tidak memiliki pikiran sempit," jelas Kevin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.