Proklamasi, Sebuah Overture Kebangsaan...

Kompas.com - 20/08/2018, 10:26 WIB
Petugas pengibar bendera menaikan sang merah putih,  dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 73 di Pantai Onggojoyo,  Kecamatan Wedung,  Kabupaten Demak,  Jateng,  Jumat (17/8/2018) Dokumentasi Heru Rahwiyanto Wakil Kepala SMP Negeri 3 Wedung, Kabupaten Demak, JatengPetugas pengibar bendera menaikan sang merah putih, dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 73 di Pantai Onggojoyo, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jateng, Jumat (17/8/2018)
Editor Latief

KOMPAS.com - Dalam sebuah orkestra, overture atau bagian pembukaan, bagian yang sangat penting. Melalui alunan pembuka ini penonton diajak memasuki alam pikir sang komposer ataupun konduktor.

Lewar overture penonton alam tahu akan dibawa kemana orkestra yang akan berlangsung selama 2-3 jam ke depan.

Begitu juga proklamasi bangsa ini. Proklamasi adalah overture, yang menggigit, menghentak, mengejutkan, membangkitkan, bahkan menyadarkan.

Para pendiri bangsa kita sudah memainkan sebuah overture sangat indah. Overture yang menghentak dunia, karena kita bukan sekadar mendeklarasikan, tapi juga memproklamasikan.

Proklamasi, diambil dari kata proclamare mengandung makna "teriakan keras". Di dalamnya terdapat unsur gairah, agresifitas, dan semangat.

Jadi, proklamasi sungguh sebuah overture yang mengejutkan dan menyadarkan dunia bahwa Indonesia punya sikap dan keberanian, punya warna untuk menentukan nasibnya sendiri.

Overture yang indah ini dibuka dengan pernyataan singkat, tegas dan penuh determinasi yang bernama naskah proklamasi. Proklamasi ini menegaskan orkestra apakah yang kelak akan disuguhkan, entah musik klasik berat seperti karya-karya komposer Bach, atau orkestra easy listening bernuansa romansa seperti David Foster?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Undang-undang Dasar 1945 dan Pancasila adalah bagian penting dalam overture proklamasi itu. Pancasila mengawali proklamasi dan UUD 1945 dalam mengartikulasikan proklamasi.

Tidak Nyambung

Coba kita tengok dan cermati. Bukankah bentuk, tujuan, dan filsafat negara secara eksplisit disebutkan dalam pembukaan UUD 1945? Lalu, mengapa kita tidak berangkat dari situ?

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X