Terbukti, Anak-anak Difabel Itu Percaya Diri...

Kompas.com - 20/08/2018, 20:29 WIB
Peserta Ekspedisi Bhinneka Bagi Bangsa tengah menggelar upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Puncak Tebing Parang, Purwakarta, Jawa Barat, 19 Agustus 2018. Sebanyak 19 pelajar dari total peserta ekspedisi ini adalah penyandang disabilitas yang meliputi tuna netra, tuna daksa, tuna rungu, dan tuna wicara.Dok OBI Peserta Ekspedisi Bhinneka Bagi Bangsa tengah menggelar upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Puncak Tebing Parang, Purwakarta, Jawa Barat, 19 Agustus 2018. Sebanyak 19 pelajar dari total peserta ekspedisi ini adalah penyandang disabilitas yang meliputi tuna netra, tuna daksa, tuna rungu, dan tuna wicara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak dampak positif dari pendidikan luar ruang terhadap anak-anak muda. Seperti tercantum pada riset English Outdoor Council, pendidikan luar ruang atau outdoor activity bisa menumbuhkan sikap kemandirian, lebih percaya diri, mencari jalan keluar dalam menghadapi tantangan, melatih keterampilan interaksi sosial, cakap berkomunikasi, serta mudah beradaptasi untuk menjalin kerjasama tim. 

Manfaat pendidikan luar ruang itu bukan cuma untuk anak-anak muda dengan kondisi fisik yang normal, tapi juga untuk mereka yang termasuk remaja difabel. Hal itu bisa dibuktikan pada peserta program Ekspedisi Bhinneka Bagi Bangsa "Merenda Mutiara Nusantara" di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, 15-19 Agustus 2018.

Ekspedisi ini merupakan program beasiswa dan pendidikan luar ruang yang diberikan OBI kepada para pelajar dari berbagai daerah dan latar belakang. Rangkaian kegiatannya meliputi pelatihan berinteraksi dan menginap di komunitas lokal, pendakian dan upacara di Puncak Gunung Parang, berkemah, dan ekspedisi air.

"Peserta mengikuti seluruh kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya, kemandirian dan kerjasama tim dalam keberagaman untuk berkontribusi positif terhadap pembangunan karakter mereka. Momen terpentingnya adalah ketika peserta melakukan upacara bendera 17 Agustus di puncak Gunung Parang yang tingginya 983 meter di atas permukaan laut," ujar Wendy Kusumowidagdo, Direktur Eksekutif Outward Bound Indonesia (OBI).

Wendy menambahkan, misi program ini adalah menggalang dana sponsor untuk memberikan kesempatan para pelajar dari keluarga prasejahtera mengikuti pendidikan berbagai macam keterampilan yang dilatih oleh tim ekspedisi. Adapun pemberian beasiswa peserta ekspedisi kali ini didukung oleh Yayasan Helping Hands dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Adi, penyandang tuna netra alumnus angkatan pertama Yayasan Helping Hands mengaku mengikuti pendidikan luar ruang yang diselenggarakan OBI telah mengubah hidupnya. Awalnya, dia seorang yang penakut.

"Sebelum mengikuti kegiatan luar ruang ini saya memang penakut. Untuk keluar rumah saja takut, tapi sekarang saya tahu bahwa banyak hal bisa saya lakukan. Saya sekarang sudah jadi guru angklung untuk penyandang tuna rungu, bahkan berani snorkeling di perairan Pulau Komodo, pokonya banyak deh," kata Adi, sembari tertawa.

Sandra, peserta lainnya, mengaku banyak pelajaran dia dapatkan dari ekspedisi, terutama setelah bergiat bersama anggota kelompoknya yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama dan daerah, serta kondisi fisik. Dia mengaku bisa lebih mengetahui dan menghormati perbedaan, khususnya perbedaan agama.

"Saat mendaki tebing, ketika teman-teman muslim melakukan shalat, temen-temen yang nonmuslim berhenti untuk menunggu mereka selesai shalat," tutur Sandra.

Selain itu, kata dia, dari kegiatan ini dia juga belajar menerima pendapat orang lain di dalam tim. Dalam tim dia tidak bisa semaunya berbuat dan bertindak.

"Kalau mau memutuskan sesuatu kita juga harus mendengarkan semua opini teman-teman. Ternyata sangat penting menghargai pendapat orang," ujarnya.

Djoko Kusumowidagdo, CEO OBI, mengatakan jumlah peserta Ekspedisi Bhinneka Bagi Bangsa tahun ini mencapai 33 pelajar. Rinciannya, sebanyak 24 pelajar berasal dari Provinsi DKI Jakarta, 3 orang dari Banten, Nanggroe Aceh Darussalam 2 orang, dan sisanya 1 pelajar yang masing-masing berasal dari Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Riau, serta Jambi.

"Sebanyak 19 pelajar dari total peserta adalah penyandang disabilitas yang terdiri dari tuna netra, tuna daksa, tuna rungu, dan tuna wicara orang. Mereka sudah membuktikan bahwa anak-anak difabel mampu mendaki tebing, menaiki kano dan bahkan membuat rakit untuk menyeberangi Waduk Jatiluhur," ujarnya.



EditorLatief

Terkini Lainnya

Bukti Pamungkas Prabowo-Sandi, Akankah Mengubah Hasil Pemilu?

Bukti Pamungkas Prabowo-Sandi, Akankah Mengubah Hasil Pemilu?

Nasional
Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

Nasional
Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

Megapolitan
Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

Regional
Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

Nasional
Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

Megapolitan
Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

Regional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

Internasional
MK Gelar Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres pada Hari Ini

MK Gelar Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres pada Hari Ini

Nasional
Jemaah Ahmadiya Lombok Timur Sudah Tak Bisa Kembali ke Kampung Halaman

Jemaah Ahmadiya Lombok Timur Sudah Tak Bisa Kembali ke Kampung Halaman

Regional
Warga di Probolinggo Tolak Pembangunan Gedung Kremasi

Warga di Probolinggo Tolak Pembangunan Gedung Kremasi

Regional
[POPULER MEGAPOLITAN]: Mantan Kapolda Mengaku Tak Tahu Apa Salahnya I Kivlan Akui Terima 4.000 Dollar Singapura untuk Aksi Supersemar I Penumpang Expander Korban Kecelakaan Cipali Satu Keluarga

[POPULER MEGAPOLITAN]: Mantan Kapolda Mengaku Tak Tahu Apa Salahnya I Kivlan Akui Terima 4.000 Dollar Singapura untuk Aksi Supersemar I Penumpang Expander Korban Kecelakaan Cipali Satu Keluarga

Megapolitan
Kejati Jatim Usut Dugaan Penyalahgunaan Aset Negara Triliunan Rupiah di Surabaya

Kejati Jatim Usut Dugaan Penyalahgunaan Aset Negara Triliunan Rupiah di Surabaya

Regional
Progres Pembangunan LRT Jabodebek Capai 62,6 Persen

Progres Pembangunan LRT Jabodebek Capai 62,6 Persen

Megapolitan
Perwakilan Majalah Tempo dan Eks Komandan Tim Mawar Akan Hadiri Mediasi di Dewan Pers

Perwakilan Majalah Tempo dan Eks Komandan Tim Mawar Akan Hadiri Mediasi di Dewan Pers

Nasional

Close Ads X