Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/08/2018, 20:20 WIB

KOMPAS.com - Beberapa tahun terakhir, Education Technology atau Edtech tumbuh sebagai salah satu bentuk transformasi pendidikan.

Di Asia, pendidikan berbasis teknologi semakin diminati dan diimplementasikan di banyak negara. Edtech dipandang sebagai salah satu solusi mengatasi problematik pemerataan akses pendidikan berkualitas di Asia dengan populasi dan jumlah penduduk besar.

Menurut data Internet World Stats, populasi pengguna internet di Asia telah mencapai 1.7 milyar dengan Cina sebagai pengguna internet terbanyak. Tidak mengherankan, Edtech tumbuh paling pesat di negara ini.

Sebut saja, Yuanfudao unicorn Edtech pertama di Cina, menyusul Baiju di India lalu Quipper yang menguasai pasar Edtech di Jepang, Filipina, dan Indonesia. Namun, persentase market value Asia masih terbilang sedikit dibandingkan negara-negara di kawasan barat.

Hal tersebut disebabkan beberapa faktor diantaranya internet high-bandwith belum mumpuni, tingkat pendapatan rendah, dan juga penguasaan bahasa Inggris masih kurang. Maka, banyak perusahaan Edtech Asia yang mempertimbangkan hal tersebut dalam bisnisnya.

Baca juga: Kompak, 3 Edutech Indonesia Serukan Hal Ini di Edtech Asia Summit 2018

Hal inilah yang mengemuka dalam diskusi “Cerita 3 Perusahaan Edutech Dalam Memajukan Pendidikan Indonesia di Edtech Asia Summit Hong Kong” (28/8/2018). Acara ini diadakan oleh Quipper, Zenius dan Solve Education!, tiga perwakilan platform edukasi berbasis teknologi Indonesia dalam Edtech Asia Summit Hong Kong pada 26 - 27 Juli 2018 lalu.

Mereka membagikan pengalaman dalam mengembangkan industri edukasi berbasis teknologi di Indonesia.

1. Inovasi video streaming

Quipper hadir pertama kali tahun 2015 memberikan layanan bebas biaya melalui Quipper School yang memudahkan guru dan siswa mengatur kelas secara daring dengan sistem Learning Management System.

Kemudian, menyusul  layanan Quipper Video yang memudahkan siswa belajar mandiri melalui video streaming yang dapat disesuaikan penggunaan bandwith-nya sesuai resolusi video dan kualitas jaringan internet.

”Sebagai negara terbesar di ASEAN, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan Edtech tercepat. Saat Quipper masuk ke Indonesia 2015 lalu, belum ada pemain yang menyentuh ranah konten pendidikan berbasis video streaming," ujar Takuya Homma Founding Member Quipper dan Country Manager Quipper Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com