Wah, Bisa Nostalgia Permainan 'Jadul' di Bandara Soekarno-Hatta

Kompas.com - 28/08/2018, 22:00 WIB
Pameran Permainan Tradisional Interaktif digelar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, 27 Agustus hingga 15 September 2018. Dok. KemendikbudPameran Permainan Tradisional Interaktif digelar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, 27 Agustus hingga 15 September 2018.

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan (Ditjen Kebudayaan) bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II menggelar Pameran Permainan Tradisional Interaktif.

Pameran digelar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Tangerang berlangsung tanggal 27 Agustus hingga 15 September 2018.

Pameran dibuka oleh Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjen Kebudayaan) Hilmar Farid dan Direktur Pelayanan dan Fasilitas Bandara PT Angkasa Pura II Ituk Herarindri, Senin (27/8/2018), di Terminal 3 bandara internasional.

1. Pameran permainan tradisional

Setelah diresmikan, masyarakat diajak bernostalgia melalui ragam permainan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Beberapa permainan tradisional interaktif yang disediakan dalam pameran tersebut di antaranya permainan congklak, bola bekel, sepatu bola pantul, taplak gunung, lompat karet, gasing, dan lain-lain.

Baca juga: Kemendikbud: Asian Games 2018 Momentum Membangun Etos Kerja

Pameran permainan tradisional ditampilkan lengkap dengan informasi terkait asal-usul, makna, dan filosofi permainan yang sudah ada di Indonesia dari zaman dahulu.

2. Nostalgia permainan 'jadul'

Hilmar Farid mengapresiasi kerja sama ini dan mengundang masyarakat yang sedang menunggu penerbangan di Terminal 3 mengunjungi pameran ini.

"Kami berterima kasih kepada Angkasa Pura II sudah memberikan ruang untuk pelestarian budaya khususnya permainan tradisional dan berharap ke depan bisa dibuat kegiatan kesenian lainnya. Ini mungkin langkah awal yang baik," ujar Hilmar seperti dikutip dari laman resmi Kemendikbud.

Menurut Dirjen Kebudayaan, saat ini permainan tradisional sudah mulai dilupakan, terutama di kalangan generasi muda. Lewat pameran permainan tradisional itu masyarakat diajak bernostalgia permainan zaman dahulu, dan mendorong generasi muda mencoba memainkan permainan tradisional.

"Di sini kita punya ruang bermain yang bisa digunakan pelanggan khususnya pengunjung yang bawa anak-anak bisa bermain sekaligus para orang tua bisa bernostalgia," ujarnya menambahkan.

3. Bentuk dukungan Asian Games

 

Dengan pameran ini, Kemendikbud dan PT Angkasa Pura II ingin membuat masyarakat jatuh cinta kepada Indonesia dari permainan tradisional.

Ituk Herarindri menambahkan, pameran tersebut juga merupakan salah satu bentuk dukungan menyemarakkan Asian Games 2018. Selain itu, kegiatan ini merupakan penerapan nilai-nilai di perusahaan yang terangkum dalam PERFORM yaitu Pride of Indonesia.

"Kami mengadakan berbagai event terkait Asian Games juga kebudayaan yang beragam, salah satunya ini permainan tradisional sehingga anak-anak zaman sekarang bisa kreatif juga tidak hanya main game tapi ada aktivitas mereka yang menyenangkan," kata Ituk menambahkan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X