Jelang Bonus Demografi, Perguruan Tinggi Diminta Tingkatkan Mutu SDM

Kompas.com - 03/09/2018, 23:47 WIB
Menristekdikti saat memberikan kuliah umum di Universitas Buana Perjuangan Karawang (3/9/2018). Dok. KemenristekdiktiMenristekdikti saat memberikan kuliah umum di Universitas Buana Perjuangan Karawang (3/9/2018).

KOMPAS.com - Indonesia akan mendapat bonus demografi pada tahun 2020- 2030 dan akan mencapai puncaknya tahun 2030.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan perguruan tinggi memiliki peran sangat strategis menyambut bonus demografi dan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar mampu bersaing di era global.

“Artinya dalam kurun waktu tersebut kita akan memiliki banyak sekali SDM yang tengah pada puncak usia produktif. Bonus Demografi harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan perekonomian Indonesia," ujar Menristekdikti saat memberikan kuliah umum di Universitas Buana Perjuangan Karawang (3/9/2018).

 

1. Bonus demografi "pisau bermata dua"

Perguruan tinggi harus mampu mempersiapkan lulusannya dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan di Era Revolusi Industri 4.0, tambahnya. 

Dilansir dari laman Kemenristekdikti, Menristek menambahkan bahwa bonus demografi yang akan didapatkan Indonesia ibarat dua mata pisau yang memiliki peluang dan tantangan tersendiri.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bonus Demografi yang dikelola dengan baik dengan mempersiapkan angkatan kerja produktif Indonesia dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan akan menjadi berkah yang mampu menggerakkan perekonomian bangsa.

Baca juga: Kampus Terlibat Politik Praktis, Menristek Dikti Ancam Berikan Sanksi

Namun disisi lain, jika sumber daya manusia produktif yang begitu besar tidak dikelola dan dimanfaatkan dengan baik akan menjadi beban dan menimbulkan berbagai permasalahan sosial.

Oleh karena itu, Menteri Nasir mengingatkan kembali seluruh perguruan tinggi di Indonesia agar dapat memainkan peran strategis dalam meningkatkan mutu SDM Indonesia saat menyambut bonus demografi.

2. Literasi baru Era Revolusi Industri 4.0

Menteri Nasir mengatakan perguruan tinggi dituntut mempersiapkan mahasiswanya menghadapi pekerjaan yang belum ada (future jobs). Di era revolusi industri 4.0 tidak hanya cukup literasi lama yaitu membaca, menulis, dan matematika sebagai modal dasar untuk berkiprah di masyarakat.

Para mahasiswa dan lulusan harus mulai menguasai literasi baru, yakni literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Literasi baru ini mendorong implementasi menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner), agar mampu beradaptasi dan berkembang dengan baik dalam menghadapi tantangan global.

Pada kesempatan sama Pembina Yayasan Universitas Buana Perjuangan (UBP) Kiki Syahnakri mengatakan UBP akan turut mendukung upaya pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempersiapkan SDM Indonesia bersaing di Era Revolusi Industri 4.0.

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, UBP tidak hanya menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia, namun juga berkerjasama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri.

Kiki sepakat dengan Menristekdikti bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan SDM Indonesia menghadapi bonus demografi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X