4 Tips Menentukan Pekerjaan Setelah Lulus Kuliah

Kompas.com - 16/09/2018, 21:59 WIB
ILUSTRASI SARJANA : Sejumlah wisudawan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengabadikan momen kelulusannya dengan berfoto di Gedung Grha Sabha Praman UGM, Yogyakarta, Kamis (18/08/2011).   TRIBUNJOGJA/BRAMASTO ADHY ILUSTRASI SARJANA : Sejumlah wisudawan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengabadikan momen kelulusannya dengan berfoto di Gedung Grha Sabha Praman UGM, Yogyakarta, Kamis (18/08/2011).

KOMPAS.com - Untuk kamu yang baru lulus atau akan lulus, kamu mungkin akan bertanya-tanya apa yang harus dilakukan selanjutnya. Dengan begitu banyak pilihan pekerjaan tersedia di luar sana, mana yang cocok buat kamu?

Hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan panik! Kompetisi dalam mencari pekerjaan bagi lulusan baru bisa jadi sangat kompetitif. Namun jangan cepat-cepat menempatkan diri untuk stress terhadap situasi ini. 

Lembaga pemeringkatan universitas internasional, QS World Rankings memberikan beberapa tips bagi lulusan baru dalam menentukan pekerjaan yang cocok untuk kamu:

1. Mengikuti apa yang kamu inginkan dan impikan

Hal pertama yang perlu kamu lakukan sebagai fresh graduate adalah membangun kesadaran diri. Yang perlu kamu lakukan hanya merefleksikan pengalaman masa lalu, yang akan membantu kamu menemukan pekerjaan apa yang tepat dan cocok. 

Coba pikirkan beberapa pertanyaan berikut: Hal apa yang menarik atau menyenangkan dari gelar yang kamu raih? Bagaimana dengan pengalaman magang apakah ada pekerjaan yang mengena di hati? Apakah ada pekerjaan yang tidak kamu sukai atau selalu kamu hindari?

Pikirkan pula apa yang menjadi kekuatan kamu selama ini. Keterampilan, minat, nilai, motivasi dan tentu saja kemampuan apa yang kamu merasa sangat kuat atau unggul?

Baca juga: UI Wisuda 8.177 Lulusan D3 hingga S3

Faktor gaji juga dapat menjadi pertimbangan. Berapa gaji yang ingin kamu raih di masa depan, karir apa yang harus kamu ambil? Namun ada pula keseimbangan hidup yang menjadi pertimbangan, seperti pekerjaan yang banyak memberikan waktu bagi keluarga atau mengembangkan diri.

2. Melihat proyeksi masa depan

Tidak ada di antara kita yang memiliki bola kristal dan melihat jelas masa depan. Namun kamu juga perlu membayangkan bagaimana kamu dan pekerjaanmu dalam 5 tahun ke depan, misalnya. Adakah peluang untuk mengembangkan diri? Adakah peluang untuk meningkatkan nilai hidup?

Sasaran kamu mungkin akan cenderung berubah selama bertahun-tahun, tetapi secara keseluruhan sangat membantu untuk memiliki semacam tujuan akhir dalam pikiran, yang akan membantu kamu tetap termotivasi dalam menjalani masa depan nantinya.

3. Mencari teman diskusi

Jika masih bingung dalam menentukan pilihan, tidak ada salahnya mendatangi layanan karir jika yang biasanya terdapat di kampus. Dengan pengalaman dan akses yang mereka miliki, mereka dapat membantu kamu dalam memilih pekerjaan yang cocok.

Mungkin mereka akan dapat memberikan pandangan-pandangan berbeda bila kamu menemukan kebuntuan dalam pilihan. 

Kamu juga dapat berbicara dengan teman dan keluarga yang bisa jadi mengenal kamu lebih baik daripada kamu sendiri. Dari 'kacamata' berbeda, mereka dapat menyarankan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan dan minat yang kamu miliki. Pertimbangkan juga untuk berdiskusi dengan alumni yang lebih dulu telah terjun di dunia kerja. 

4. Melihat peluang di masa depan

Langkah penting lainnya dalam memilih pekerjaan adalah melihat peluang apa yang terbuka bagi kamu, dan apakah kualifikasi kamu cocok untuk karier yang kamu inginkan.

Kamu tidak perlu terpaku dengan gelar yang kamu miliki. Ingat bahwa banyak perusahaan akan menerima lulusan dari bidang apa pun, sehingga pilihan kamu tidak perlu dibatasi pada gelar yang kamu miliki!

Cobalah juga menjadi fleksibel, karena keterampilan kamu dapat sesuai dengan berbagai industri, bukan hanya yang harus sesuai dari gelar kamu miliki. Penting juga untuk bersikap realistis. Banyak orang kemudian memutuskan untuk memperdalam bidang lain yang dibutuhkan dunia kerja saat ini. 


Terkini Lainnya

Akses Halte Bundaran HI ke Stasiun MRT Belum Ramah Disabilitas

Akses Halte Bundaran HI ke Stasiun MRT Belum Ramah Disabilitas

Megapolitan
Enam Anggota DPRD Babel Korban Lion Air JT 610 Tuntas di PAW

Enam Anggota DPRD Babel Korban Lion Air JT 610 Tuntas di PAW

Regional
TKN: Di Tempat Kami Enggak Ada Orang seperti Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Amien Rais...

TKN: Di Tempat Kami Enggak Ada Orang seperti Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Amien Rais...

Nasional
KPU Kepri Coret 6 Parpol karena Tak Laporan Dana Kampanye

KPU Kepri Coret 6 Parpol karena Tak Laporan Dana Kampanye

Regional
Peringati Hari Jadi Ke-484 Masjid Menara Kudus, Simbol Toleransi Umat Beragama

Peringati Hari Jadi Ke-484 Masjid Menara Kudus, Simbol Toleransi Umat Beragama

Regional
Banyak Kekerasan terhadap Pers, AJI Bentuk Komite Keselamatan Jurnalis

Banyak Kekerasan terhadap Pers, AJI Bentuk Komite Keselamatan Jurnalis

Nasional
Kuasa Hukum Bantah Jokdri Mangkir dari Panggilan Satgas Antimafia Bola

Kuasa Hukum Bantah Jokdri Mangkir dari Panggilan Satgas Antimafia Bola

Megapolitan
Trump Puas Tuduhan Dirinya Berkonspirasi dengan Rusia Tak Terbukti

Trump Puas Tuduhan Dirinya Berkonspirasi dengan Rusia Tak Terbukti

Internasional
14 Panduan dan Tata Cara Naik MRT Jakarta

14 Panduan dan Tata Cara Naik MRT Jakarta

Megapolitan
Alasan Ma'ruf Amin Tak Kampanye Perdana Bersama Jokowi di Serang

Alasan Ma'ruf Amin Tak Kampanye Perdana Bersama Jokowi di Serang

Nasional
Kasus Romahurmuziy, KPK Panggil Ketua DPW PPP Jawa Timur

Kasus Romahurmuziy, KPK Panggil Ketua DPW PPP Jawa Timur

Nasional
Senin Pagi Gunung Merapi Keluarkan Tiga Kali Awan Panas Guguran Mengarah ke Hulu Kali Gendol

Senin Pagi Gunung Merapi Keluarkan Tiga Kali Awan Panas Guguran Mengarah ke Hulu Kali Gendol

Regional
BNN: Sepanjang 2018, 2 Juta Mahasiswa dan 1,5 Juta Pekerja Terlibat Narkoba

BNN: Sepanjang 2018, 2 Juta Mahasiswa dan 1,5 Juta Pekerja Terlibat Narkoba

Megapolitan
Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Regional
Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Internasional


Close Ads X