"Creative Thinking" Antar Untar Raih Juara Kompetisi Bisnis Nasional

Kompas.com - 21/09/2018, 17:43 WIB
Mahasiswa Manajemen FE Untar meraih juara pertama Marketing Plan Competition 2018 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 13-16 September 2018, di Denpasar, Bali. Dok. Kompas.comMahasiswa Manajemen FE Untar meraih juara pertama Marketing Plan Competition 2018 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 13-16 September 2018, di Denpasar, Bali.

KOMPAS.com - Mahasiswa program studi (prodi) S1 Manajemen FE Universitas Tarumanegara (Untar) Sherly Marcheline, Verena Sandra Esmeralda, dan Velia Melisandra berhasil meraih juara pertama "Marketing Plan Competition in Manajemen Week 2018" yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 13-16 September 2018, di Denpasar, Bali.

Kompetisi tingkat nasional bertema "Be A Part of Economic Growth in Millenial Era" ini memperebutkan piala tetap dan bergilir Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan diikuti oleh sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta lain.

Beberapa perguruan tinggi yang turut berpartisipasi diantaranya: Univertas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Brawijaya, Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul), Universitas Negeri Semarang dan Universitas Udayana.

Didampingi Andi Wijaya dosen sekaligus mentor, tim Untar berhasil meraih juara pertama Management Marketing Plan Competition dan berhak memboyong piala bergilir Kemenristekdikti. Juara kedua diraih Universitas Prasetiya Mulya dan disusul UGM sedangkan ITB diposisi juara harapan pertama.

Dihadapkan pada problem riil 

Juru bicara tim Sherly Marcheline kepada Kompas.com menyampaikan salah satu tantangan terbesar dalam kompetisi ini adalah mencari pemecahan masalah secara kreatif, out of the box, namun dapat diimplementasikan dari sisi bisnis.

Baca juga: Untar Membangun Sinergi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tantangan terbesar kami adalah bagaimana memberikan strategi dan inovasi sesuai dengan keinginan perusahaan sekaligus dapat diimplementasikan secara bisnis." jelas mahasiswi semester 7 jurusan Finance Manajemen Bisnis.

Dalam kompetisi ini para peserta memang dihadapkan langsung pada studi kasus marketing nyata dan bukan hanya simulasi. Sebuah perusahaan coklat di Bali yang sudah eksis 8 tahun menantang para peserta mengajukan proposal bisnis dengan terobosan ide-ide untuk mengembangkan bisnis coklat mereka.

"Setelah melakukan riset terhadap produk, kami memutuskan untuk membuat difrensiasi dari produk yang sudah ada," jelas Sherly. Kami mempresentasikan mulai dari perencanaan bisnis, eksekusi produk baru, marketing budget, payback period hingga detil kemasan dan teknik pemasaran.

Sebelum ajang ini, Sherly dan tim juga meraih juara pertama kompetisi "International Business Case Competition" di Universitas Solbridge, Daejoon, Korea Selatan, 23-28 oktober 2017. Peraih IPK 3,9 ini berhasil menyisihkan 16 tim lain dari berbagai negara.

Mengasah critical thinking dan problem solving

Solusi dari tim Untar dianggap menarik oleh dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi dan juga praktisi bisnis. Menurut dewan juri, banyak peserta lain masih berkutat pada konsep penurunan harga, diskon atau pengurangan kualitas dan kuantitas produk.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X