Mendikbud: Solusi Guru Honorer Selain CPNS, Menunggu Kajian Kemenkeu

Kompas.com - 03/10/2018, 14:22 WIB
Koordinator aksi, Kris Dwi Purnomo menyampaikan hasil pertemuan di depan ribuan guru honorer pada silaturahmi akbar di stadion Korpri, Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (19/9/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTOKoordinator aksi, Kris Dwi Purnomo menyampaikan hasil pertemuan di depan ribuan guru honorer pada silaturahmi akbar di stadion Korpri, Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (19/9/2018).

KOMPAS.com - "Terkait guru honorer, tahun ini ada penerimaan guru PNS sebanyak 112 ribu. Ini adalah sejarah rekrutmen guru terbesar dalam sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia," ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Mendikbud menambahkan hal ini untuk mengatasi penumpukan guru honorer sebanyak 735.806 guru.

"Kita tidak bisa memberikan jaminan kepada mereka kecuali memberikan peluang melalui ujian CPNS yang sudah dibuka oleh Kemenpan," kata Muhadjir setelah menghadiri Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2018 di Yogyakarta, 3 Okober 2018.

Bagi guru honorer berusia di atas 35 tahun, lanjut Mendikbud, peluang dibuka melalui CPPPK atau Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

"Itu semua tercantum dalam undang-undang ASN (Aparatur Sipil Negara)," tegas Muhadjir. Begitu selesai CPNS akan dibuka lagi CPPK ini, tambahnya.

Baca juga: Ini Solusi Kemendikbud untuk Persoalan Guru Honorer

Menanggapi pertanyaan kapan kesempatan CPPK ini akan dibuka, Mendikbud menyampaikan saat ini peraturan pemerintahnya sedang ditelaah Menteri Keuangan.

"Setelah ditandatangani Presiden, nanti kita akan melihat sejauh mana kemampuan pembiayaan Kementerian Keuangan dalam hal ini. Kalau dari Kemendikbud semakin banyak yang diangkat, semakin bagus," ujar Muhadjir.

"Kalau bisa tahun ini (proses penerimaan CPPK)," tutup Kemendikbud.

Sebelumnya, Jumat (21/9/2018) petang, Muhadjir mengatakan, pemerintah mengimbau para guru honorer untuk tetap fokus mengajar dan mendidik para siswa.

“Mudah-mudahan ini adalah solusi yang terbaik. Dengan kerendahan hati saya mohon kepada para guru untuk kembali ke sekolah masing-masing, untuk membina, mengasuh, mengantar, dan mengajar anak-anak didik kita. Tetap fokus mengajar di sekolah,” kata Muhadjir dalam pernyataan tertulis, Sabtu (22/9/2018).

 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X