Kompas.com - 04/10/2018, 13:58 WIB
?Jogya Internasional Batik Bienalle 2018? (JIBB), di Pegelaran Kraton, DI Yogyakarta dan akan berlangsung 2-6 Oktober 2018 Dok. Kemendikbud?Jogya Internasional Batik Bienalle 2018? (JIBB), di Pegelaran Kraton, DI Yogyakarta dan akan berlangsung 2-6 Oktober 2018

KOMPAS.com - Mewakili Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, membuka “Jogya Internasional Batik Bienalle 2018” (JIBB), di Pegelaran Kraton, DI Yogyakarta, Rabu (3/10/2018).

“Pelaksanaan JIBB ini salah satu upaya kita untuk terus mempromosikan dan mengembangkan batik, karena batik ini sudah diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Ini menjadi tanggung jawab kita supaya batik bisa terus beradaptasi dengan perkembangan zaman,” terang Mendikbud.

Tanggungjawab pelestarian

Pada tahun 2008, jelas Mendikbud, Indonesia mengusulkan batik masuk dalam daftar warisan budaya takbenda–UNESCO, sebagai upaya Pemerintah untuk melindungi dan mengembangkan batik.

Melalui sidang tahunan ICH-UNESCO ke-4, tanggal 2 Oktober 2009, sekretariat Warisan Budaya Takbenda UNESCO mengukuhkannya dalam kategori “Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity”

Baca juga: Pesan Hari Batik Nasional untuk Siswa Zaman Now

“Oleh sebab itu, tanggal 2 Oktober ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai Hari Batik Nasional,” ucap Mendikbud.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Batik bukan hanya selembar kain dengan motif tertentu dan cara pembuatan tertentu tetapi dibalik batik terkandung makna filosofi yang sangat tinggi.

“Pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan para pengrajin batik, tidak hanya tanggungjawab Pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama lintas kementerian, lembaga, badan begara juga pemerintah daerah,” jelas Mendikbud.

Batik sebagai pilar ekonomi

Mendikbud menambahkan, batik sudah bergerak menjadi suatu industri, kita semua memiliki tanggungjawab untuk tetap menjaga nilai-nilai budaya dari batik. Batik diharapkan dapat menjadi pendorong untuk pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada kebudayaan.

Selain itu, batik juga diharapkan dapat mengangkat industri kecil dan menengah sebagai pilar ekonomi Indonesia.

“Saya berharap dengan berlangsungnya Jogja International Batik Biennale 2018 ini dapat menjadikan Batik semakin mendunia dan menjadikan masyarakat semakin mencintai nilai budaya batik dan bangga akan warisan budaya nenek moyang kita,” harap Mendikbud.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.