"Wicis" dan Pembelajaran Inggris Berbasis Teknologi - Kompas.com

"Wicis" dan Pembelajaran Inggris Berbasis Teknologi

Kompas.com - 08/10/2018, 19:37 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, fenomena bahasa 'anak Jaksel (Jakarta Selatan)' sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Beragam kosa kata macam which is, litterally atau basically menjadi kata populer yang banyak dicampuradukan dengan 'Bahasa Ibu', bahasa Indonesia.  

Terlepas dari polemik fenomena ini dengan segala kaidah kebahasaan dan budaya pop-nya, , kefasihan bahasa Inggris kini memegang peran penting dalam membuka pintu ke dunia baru dan cara kerja yang berbeda.

Bahasa Inggris telah menjadi bahasa global, penghubung, bahasa dari ilmu modern dan informasi. Singkatnya, bahasa Inggris menjadi 'paspor' bagi setiap orang dalam dunia global yang penuh kompetisi.

Pembelajaran bahasa berbasis teknologi

Saat ini, mempelajari Bahasa Inggris menjadi lebih mudah dengan perkembangan platform digital. Teknologi ponsel dengan kecerdasan buatan (AI) kini menawarkan kesempatan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Literasi bahasa dan literasi digital menjadi perpaduan apik untuk meningkatkan kompetensi global.

Konten yang dipersonalisasi juga menjadi kunci dari teknologi pembelajaran digital. Sistem adaptif berdasarkan pada big data dan kecerdasan buatan sekarang berada dalam genggaman. Pembelajaran bahasa Inggris kini dapat dipersonalisasi tepat sesuai kebutuhan dan jadwal masing-masing pengguna.

Baca juga: Kompak, 3 Edutech Indonesia Serukan Hal Ini di Edtech Asia Summit 2018

“Salah satu keuntungan dari pembelajaran digital adalah fleksibilitas yang memungkinkan pengguna menyesuaikan dengan jadwal pribadi sehingga menghasilkan generasi yang mampu mengintegrasikan pembelajaran dalam gaya hidup personalnya,” jelas Artnandia Priaji Indonesia Chief Representative Officer for Nexgen English online.Co. kepada Kompas.com.

Penggunaan kecerdasan buatan dalam belajar

Peluang pembelajaran bahasa Inggris berbasis teknologi menjadi topik yang ditampilkan saat peluncuran Neo, platform sistem pembelajaran bahasa Inggris yang dibuat Nexgen English Online.Co., perusahaan asal California, Amerika Serikat (3/10/2018).

Nexgen English Online.co. mendapatkan lisensi eksklusif distribusi konten pembelajaran bahasa inggris dari DynEd International, perusahaan terkemuka di bidang perangkat lunak yang sudah berdiri sejak 32 tahun dengan total 25 juta pengguna di seluruh dunia.

Kecerdasan buatan (AI) dalam aplikasi Neo secara berkala akan menganalisa perilaku dan data pengguna untuk kemudian memberikan konten yang secara otomatis beradaptasi seiring dengan kemajuan pengguna.

Selain itu, pengguna juga dapat menggunakan fitur pengenal suara canggih (Advanced Speech Recogition) yang melatih untuk mengoreksi pengucapan tiap kata sampai akhirnya mahir berbahasa Inggris.

Memasuki era industri 4.0

Peluncuran Neo, platform sistem pembelajaran bahasa Inggris dibuat Nexgen English Online.Co., perusahaan asal California, Amerika Serikat (3/10/2018).Dok. Neo Peluncuran Neo, platform sistem pembelajaran bahasa Inggris dibuat Nexgen English Online.Co., perusahaan asal California, Amerika Serikat (3/10/2018).

Global CEO Nexgen English Online Co. and Dyned International, Ian Stuart Adam menjelaskan, “Pada akhirnya era industri akan mempengaruhi setiap orang agar mampu beradaptasi dengan perubahan yang cepat. Globalisasi dan era industri 4.0 telah menciptakan kesempatan serta tantangan baru."

Kini individu yang memiliki kompetensi dapat bersaing secara global, tambahnya. Itu sebabnya, Neo pada akhir pembelajaran akan memberikan sertifikasi setara dengan tes kefasihan bahasa Inggris global lain seperti IELTS, TOEFL dan TOEIC.

“Kami berharap melalui terobosan ini, masyarakat dapat mendapatkan pembelajaran berbasis teknologi yang efektif sehingga dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris serta membuka lebih banyak kesempatan di luar sana,” tutup Artnandia.


Terkini Lainnya

ATM di Rusia Keluarkan Uang Dollar, Seorang Pria Ditahan

ATM di Rusia Keluarkan Uang Dollar, Seorang Pria Ditahan

Internasional
Tiba di Lombok, Jokowi Langsung Pimpin Rapat di Ruang Tunggu Bandara

Tiba di Lombok, Jokowi Langsung Pimpin Rapat di Ruang Tunggu Bandara

Nasional
Kali Bekasi Kembali Dipenuhi Busa, Produksi Air Bersih Berkurang

Kali Bekasi Kembali Dipenuhi Busa, Produksi Air Bersih Berkurang

Megapolitan
Meski Sudah Dilegalkan, Harga Ganja di Kanada Masih Dianggap Mahal

Meski Sudah Dilegalkan, Harga Ganja di Kanada Masih Dianggap Mahal

Internasional
Polda Sumsel Panggil Mantan Polwan yang Kampanye dengan Seragam Polisi

Polda Sumsel Panggil Mantan Polwan yang Kampanye dengan Seragam Polisi

Regional
Buntut Penggusuran PAUD di Pinangsia, Gubernur DKI Copot Camat Tamansari

Buntut Penggusuran PAUD di Pinangsia, Gubernur DKI Copot Camat Tamansari

Megapolitan
PSI Klarifikasi soal Hoaks Dana Awal Kampanye Mencapai Rp 180 M

PSI Klarifikasi soal Hoaks Dana Awal Kampanye Mencapai Rp 180 M

Nasional
5 Fakta Video Pramuka Teriak '2019 Ganti Presiden', Protes Gus Ipul hingga Tanggapan Risma

5 Fakta Video Pramuka Teriak "2019 Ganti Presiden", Protes Gus Ipul hingga Tanggapan Risma

Regional
Lurah Cipinang Besar Utara Terbitkan Surat Edaran Pencegahan Perkawinan Anak, Ini Isinya...

Lurah Cipinang Besar Utara Terbitkan Surat Edaran Pencegahan Perkawinan Anak, Ini Isinya...

Megapolitan
Pertemuan Tak Buahkan Hasil, Mogok Guru SMA-SMK di Mimika Berlanjut

Pertemuan Tak Buahkan Hasil, Mogok Guru SMA-SMK di Mimika Berlanjut

Regional
Bunga Sakura di Jepang Mekar secara Mengejutkan di Musim Gugur

Bunga Sakura di Jepang Mekar secara Mengejutkan di Musim Gugur

Internasional
Wanita Ini Dilecehkan Sopir Uber dan Dipaksa Bayar Ongkos Rp 16 Juta

Wanita Ini Dilecehkan Sopir Uber dan Dipaksa Bayar Ongkos Rp 16 Juta

Internasional
Timses Jokowi-Ma'ruf Ingatkan Pejabat agar Hati-hati dengan Simbol Politik

Timses Jokowi-Ma'ruf Ingatkan Pejabat agar Hati-hati dengan Simbol Politik

Nasional
Gubernur DKI Keluarkan Pergub OK OCE, Standar Operasional Jadi Jelas

Gubernur DKI Keluarkan Pergub OK OCE, Standar Operasional Jadi Jelas

Megapolitan
PBB Bantah Beri Penghargaan kepada Anggota Brimob di Madiun

PBB Bantah Beri Penghargaan kepada Anggota Brimob di Madiun

Regional

Close Ads X