Tim UI Peduli Berikan Bantuan Logistik untuk Palu - Donggala - Kompas.com

Tim UI Peduli Berikan Bantuan Logistik untuk Palu - Donggala

Kompas.com - 12/10/2018, 22:50 WIB
Tim Universitas Indonesia (UI) Peduli pada Kamis (11/10/2018) sampai dengan Jumat (12/10/2018) ini telah melakukan pembagian logistik kepada para pengungsi untuk membantu kebutuhan makanan pokok para pengungsi di Desa Sirenja, Kecamatan Donggala.Dok. UI Tim Universitas Indonesia (UI) Peduli pada Kamis (11/10/2018) sampai dengan Jumat (12/10/2018) ini telah melakukan pembagian logistik kepada para pengungsi untuk membantu kebutuhan makanan pokok para pengungsi di Desa Sirenja, Kecamatan Donggala.

KOMPAS.com - Tim Universitas Indonesia ( UI) Peduli pada Kamis (11/10/2018) sampai dengan Jumat (12/10/2018) ini telah melakukan pembagian logistik kepada para pengungsi untuk membantu kebutuhan makanan pokok para pengungsi di Desa Sirenja, Kecamatan Donggala.

Logistik yang dibagikan berupa paket sembako yang terdiri dari beras, kornet, mie instan, biskuit. Selain itu juga dibagikan paket kebersihan diri berupa pasta gigi, sikat gigi, sabun, dan lotion anti nyamuk. Susu dan bermacam jenis biskuit juga turut dibagikan.

Dikutip dari laman resmi UI, selain logistik tim Resimen Mahasiswa (Menwa) juga membantu para pengungsi membangun tenda dan dapur umum di wilayah pengungsian. 

Baca juga: Berbela Rasa, UI Siap Terima Mahasiswa Tadulako Palu

 

Tidak hanya melakukan bantuan langsung kepada para pengungsi, tim UI Peduli juga melakukan pengeboran sumur serta pemasangan pompa untuk sumber air di Desa Lende Tavelo, Kecamatan Donggala. Kedua proyek ini dilakukan dengan kerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Tim dari Departemen Geografi UI juga melakukan beberapa survei terkait kondisi bencana di Palu- Donggala yaitu survei visual gedung Rumah Sakit Anutapura, survei visual kondisi lokasi terdampak bencana di Balaroa.

Sedangkan tim dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) melakukan intervensi kesehatan kepada masyarakat dengan melakukan edukasi pentingnya kebersihan diri dan lingkungan di tempat pengungsian.

Kegiatan trauma healing/psikososial juga dilakukan kepada anak-anak korban gempa, agar anak-anak tersebut tidak mengalami gangguan kesehatan mental pascabencana.



Close Ads X