Rektor UGM Jelaskan Duduk Soal Batal Seminar di Fakultas Peternakan

Kompas.com - 15/10/2018, 20:19 WIB
Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono menegaskan dalam konferensi pers (15/10/2018) tidak ada proses drop out (DO) kepada mahasiswa terkait rencana penyelenggaraan seminar Kebangsaan Kepemimpinan Era Milenial yang rencananya diadakan pada Jumat (12/10) lalu.Dok. UGM Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono menegaskan dalam konferensi pers (15/10/2018) tidak ada proses drop out (DO) kepada mahasiswa terkait rencana penyelenggaraan seminar Kebangsaan Kepemimpinan Era Milenial yang rencananya diadakan pada Jumat (12/10) lalu.

KOMPAS.com - Rektor Universitas Gadjah Mada ( UGM) Prof. Panut Mulyono menegaskan tidak ada proses drop out (DO) kepada mahasiswa terkait penyelenggaraan seminar Kebangsaan Kepemimpinan Era Milenial yang diadakan Jumat (12/10/2018) lalu.

“Baik pengurus fakultas maupun pengurus universitas sama sekali tidak pernah pengancam DO, dan tidak pernah ada pernyataan bahwa mahasiswa yang menjadi panitia itu diancam untuk DO,” terang Panut kepada wartawan, Senin (15/10/2018) seperti dikutip dari laman resmi UGM.

Panut juga mengatakan, pembatalan izin penggunaan ruang seminar tersebut bukan karena adanya tekanan pihak-pihak tertentu, namun karena adanya ketidaksesuaian prosedur.

Karena itu, ia meminta agar persoalan ini tidak kemudian dikaitkan dengan kontestasi politik.

UGM bertindak netral

“UGM sebagai kampus nasional senantiasa bertindak netral dalam menyikapi perhelatan politik di negeri ini,” tegasnya.

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ali Agus menyampaikan Fakultas Peternakan UGM telah memiliki kebijakan terkait penggunaan sarana dan prasarana di lingkungan fakultas, yaitu untuk kegiatan tridarma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat) yang melibatkan sivitas akademika Fakultas Peternakan.

Baca juga: UGM: Sate dan Nasi Goreng Menembus Pasar Dunia

Ia menjelaskan ketika surat permohonan peminjaman auditorium diajukan Kamis lalu, pihak fakultas mengira bahwa kegiatan tersebut diadakan oleh BEM secara lisan menyatakan memberikan izin.

Bukan diselenggarakan BEM

 

Namun, setelah diketahui bahwa acara tersebut bukan diselenggarakan BEM, pengurus fakultas membatalkan izin tersebut.

“Untuk pihak luar prosedurnya memang berbeda. Surat permohonan seharusnya diajukan sekurang-kurangnya 7 hari sebelumnya, sementara acara ini baru diajukan 2 hari sebelumnya. Siapa pun pembicaranya, prosedurnya seperti itu,” paparnya.

Terkait pencantuman logo BEM Fakultas Peternakan pada poster seminar, Angger M Ghozwan Hanif selaku ketua BEM menegaskan pihaknya bukan bertindak sebagai penyelenggara seminar tersebut.

BEM Fakultas Peternakan UGM juga tidak pernah mengeluarkan publikasi dalam bentuk apa pun, termasuk poster yang telah beredar.

“Dalam poster yang tersebar ada kesalahan karena logo BEM diletakkan paling atas sehingga ada kesan ini adalah kegiatan BEM. Saya tegaskan ini bukan kegiatan BEM, kami hanya membantu panitia dalam mengurus permohonan izin,” ucap Angger.

Ia menambahkan, dirinya telah meminta panitia berkoordinasi kepada pihak dekanat terkait penyelenggaraan acara ini. Namun, ternyata pihak panitia tidak melakukan koordinasi lebih lanjut.

Terbuka menyediakan panggung diskusi

Dalam kesempatan sama, Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan, Prof Djagal Wiseso Marseno mengungkapkan bahwa peristiwa ini menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa untuk belajar bertanggung jawab atas apa yang sudah dikerjakan.

UGM menurutnya terbuka untuk menyediakan panggung bagi diskusi-diskusi yang melibatkan tim sukses masing-masing kandidat pemilihan presiden jika diselenggarakan dalam kerangka akademis dan dengan prosedur yang tepat.

“Silahkan bagi pihak-pihak mana pun yang ingin melakukan diskusi. Tugas kampus adalah untuk menggali keilmuan termasuk ilmu politik,” ujar Djagal.



Close Ads X