Peneliti Indonesia Bisa Raih PhD di Belanda, Simak Informasinya Besok!

Kompas.com - 08/11/2018, 20:33 WIB
Kurang lebih 1.000 calon mahasiswa, Kamis (29/10/2015), memadati Erasmus Huis untuk mengikuti DPD Jakarta. Jumlah kunjungan tersebut melebihi DPD 2014 lalu yang mencapai sekitar 700 pengunjung. Dok Nuffic Neso Indonesia Kurang lebih 1.000 calon mahasiswa, Kamis (29/10/2015), memadati Erasmus Huis untuk mengikuti DPD Jakarta. Jumlah kunjungan tersebut melebihi DPD 2014 lalu yang mencapai sekitar 700 pengunjung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah masyarakat Surabaya mendapat kesempatan pertama mengikuti Dutch Placement Day (DPD) 2018, kini giliran anak-anak Jakarta. Karena besok, Jumat (9/11/2018), DPD 2018 juga digelar di Perpustakaan Nasional RI, Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Selain beragam informasi beasiswa dan studi, satu hal terpenting dan tidak boleh dilewatkan dari pameran ini adalah tatap muka dengan para profesor pada program Academic Transfer. Program inilah yang memberikan kesempatan bagi para peneliti yang tertarik mengambil gelar PhD atau doktoral di Belanda.

"Di pameran inilah para peneliti yang ada di Jakarta bisa bertatap muka dan berdiskusi langsung dengan para profesor yang dapat menjadi pembimbing penelitian mereka nantinya," ujar Koordinator Promosi Pendidikan Nuffic Neso Indonesia, Inty Dienasari, Kamis (8/11/2018).

Profil 16 profesor yang akan hadir itu bisa dilihat di www.nesoindonesia.or.id/PHD. Menurut Inty, penting untuk diketahui bahwa pertemuan one-on-one dengan profesor tidak dilakukan di Jakarta, tapi para peneliti tetap bisa bertemu representatif universitas yang hadir di DPD Jakarta.

"Selain pameran juga akan diadakan pertemuan tatap muka antara calon mahasiswa dan universitas, tapi harus dengan perjanjian terlebih dahulu dan diharapkan membawa dokumen misalnya ijazah, transkrip nilai atau rapor," kata Inty.

Selain pameran dan pertemuan dengan wakil institusi pendidikan Belanda, panitia DPD juga menggelar berbagai presentasi program beasiswa, misalnya beasiswa Studeren in Nederland (StuNed), seminar menulis surat motivasi, ujicoba tes IELTs dan kursus Bahasa Belanda. Dok Nuffic Neso Indonesia Selain pameran dan pertemuan dengan wakil institusi pendidikan Belanda, panitia DPD juga menggelar berbagai presentasi program beasiswa, misalnya beasiswa Studeren in Nederland (StuNed), seminar menulis surat motivasi, ujicoba tes IELTs dan kursus Bahasa Belanda.
Sebagai acara rutin tahunan, lanjut Inty, tahun ini DPD dilaksanakan di dua kota, yakni Surabaya pada Selasa (6/11/2018) sebagai pembuka dan Jakarta pada Jumat (9/11/2018). Inty mengatakan bahwa ada beberapa faktor Neso Indonesia menggelar DPD ini.

Baca: Khusus di Jakarta, Besok Ada Pameran Gratis Cari Beasiswa ke Belanda!.

Pertama, menurut Inty, adalah kesadaran pelajar untuk membekali dirinya dengan pengetahuan dan kemampuan semakin meningkat, terutama karena ini merupakan era persaingan globalisasi. Lebih dari itu, minat pelajar Indonesia untuk melanjutkan program studi S-1, S-2 maupun S-3 di luar negeri juga meningkat, baik melalui biaya sendiri ataupun program beasiswa.

"Faktor lainnya adalah minimnya pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai program studi berbahasa Inggris yang ditawarkan oleh universitas atau institusi pendidikan tinggi Belanda,” ujar Inty.

Tahun ini DPD akan dihadiri oleh 27 institusi pendidikan tinggi Belanda. Untuk itu, ada beberapa keuntungan bisa diraih para pelajar, orang tua dan peneliti yang hadir pada pameran ini.

"Mereka bisa mendapatkan informasi langsung dari universitas di Belanda tentang program studi yang ditawarkan, biaya-biaya yang bersangkutan selama kuliah di Belanda, termasuk informasi beasiswa belajar di Belanda, informasi tentang cara pendaftaran, dan persiapan apa saja yang perlu dilakukan untuk mendaftar ke universitas di Belanda," papar Inty.

Tertarik?

Info tentang DPD 2018 bisa dilihat di www.nesoindonesia.or.id/daftardpd2018.


EditorLatief

Terkini Lainnya

BPN Kalbar: Penghitungan 'Real Count' Masih Belum Selesai

BPN Kalbar: Penghitungan "Real Count" Masih Belum Selesai

Regional
Cara Anies 'Paksa' Swasta Buatkan Ruang Terbuka Hijau untuk DKI...

Cara Anies "Paksa" Swasta Buatkan Ruang Terbuka Hijau untuk DKI...

Megapolitan
Klaim Real Count Prabowo-Sandiaga, Begini Cara Kerja BPN di Daerah

Klaim Real Count Prabowo-Sandiaga, Begini Cara Kerja BPN di Daerah

Regional
Ajak Pemilu Damai, Forpimda Magelang Deklarasi Sepakat Tunggu Keputusan KPU

Ajak Pemilu Damai, Forpimda Magelang Deklarasi Sepakat Tunggu Keputusan KPU

Regional
Dirut PLN Sofyan Basir, Tersangka Keempat dalam Kasus PLTU Riau 1

Dirut PLN Sofyan Basir, Tersangka Keempat dalam Kasus PLTU Riau 1

Nasional
3 Fakta Penemuan Jenazah di Atas Ember di Tangerang

3 Fakta Penemuan Jenazah di Atas Ember di Tangerang

Megapolitan
BPN Aceh Kumpulkan Data C1 Secara Manual, Saksi Antar Langsung ke Sekretariat

BPN Aceh Kumpulkan Data C1 Secara Manual, Saksi Antar Langsung ke Sekretariat

Regional
Hasil Sementara Situng KPU di DKI, PAN dan Partai Demokrat Menduduki Urutan Kelima

Hasil Sementara Situng KPU di DKI, PAN dan Partai Demokrat Menduduki Urutan Kelima

Megapolitan
Kericuhan Sekelompok Orang yang Tewaskan Anggota FBR di Daan Mogot

Kericuhan Sekelompok Orang yang Tewaskan Anggota FBR di Daan Mogot

Megapolitan
'Real Count' BPN Sulsel Digelar di Sekretariat DPD Gerindra, Setiap Saksi Foto Hasil Penghitungan Suara di TPS

"Real Count" BPN Sulsel Digelar di Sekretariat DPD Gerindra, Setiap Saksi Foto Hasil Penghitungan Suara di TPS

Regional
3 Pengawas Pemilu di NTT Pingsan Saat Penghitungan Suara di TPS

3 Pengawas Pemilu di NTT Pingsan Saat Penghitungan Suara di TPS

Regional
Peringatan Awal Teror Sri Lanka Berasal dari Tersangka ISIS di India

Peringatan Awal Teror Sri Lanka Berasal dari Tersangka ISIS di India

Internasional
Situng KPU Data 27,16 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,46 Persen, Prabowo-Sandi 44,54 Persen

Situng KPU Data 27,16 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,46 Persen, Prabowo-Sandi 44,54 Persen

Nasional
Kesaksian Rocky Gerung, Jengkel Dibohongi Ratna hingga Dihujat Netizen

Kesaksian Rocky Gerung, Jengkel Dibohongi Ratna hingga Dihujat Netizen

Megapolitan
'Pemilu 2019 Diakui Dunia, Kenapa 'Framing'-nya Menjadi Pemilu Kotor?'

"Pemilu 2019 Diakui Dunia, Kenapa 'Framing'-nya Menjadi Pemilu Kotor?"

Nasional

Close Ads X